<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ronggolawe.Com</title>
	<atom:link href="http://ronggolawe.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ronggolawe.com</link>
	<description>-</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2011 13:42:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Misteri New7Wonders</title>
		<link>http://ronggolawe.com/2011/11/misteri-new7wonders/</link>
		<comments>http://ronggolawe.com/2011/11/misteri-new7wonders/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Nov 2011 13:37:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thony</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronggolawe.com/?p=306</guid>
		<description><![CDATA[Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bern, Swiss, membeberkan misteri Yayasan New7Wonders, penyelenggara tujuh keajaiban dunia yang di antaranya menomisasikan Taman Nasional Komodo. Bahkan, Duta Besar RI di Swiss Djoko Susilo menegaskan bahwa pihaknya meragukan Yayasan New7Wonders. &#8220;Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bern, Swiss, merasa perlu untuk memberikan penjelasan sebagai berikut,&#8221; kata Djoko dalam surat elektronik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-309" title="komodo-dragon-komodo" src="http://ronggolawe.com/wp-content/uploads/2011/11/komodo-dragon-komodo.jpg" alt="" width="550" height="412" />Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bern, Swiss, membeberkan misteri Yayasan New7Wonders, penyelenggara tujuh keajaiban dunia yang di antaranya menomisasikan Taman Nasional Komodo. Bahkan, Duta Besar RI di Swiss Djoko Susilo menegaskan bahwa pihaknya meragukan Yayasan New7Wonders.</p>
<p>&#8220;Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bern, Swiss, merasa perlu untuk memberikan penjelasan sebagai berikut,&#8221; kata Djoko dalam surat elektronik bertanggal 31 Oktober 2011. Dan inilah kronologi yang dimaksud Djoko.</p>
<p>1. Desember 2007, N7W mengumumkan peresmian kampanye. Pada tahap awal terpilih tiga destinasi wisata Indonesia dan yang masuk nominasi adalah Taman Nasional Komodo, Danau Toba, dan Anak Gunung Krakatau, bersama dengan 440 nominasi dari 220 Negara.</p>
<p>2. Agustus 2008, Indonesia mendaftar sebagai OSC dan membayar biaya administrasi masing-masing destinasi USD 199.</p>
<p>3. Pada 21 Juli 2009, Taman Nasional Komodo menjadi Indonesia National Nominees dan menjadi salah satu dari 28 nominasi finalis.</p>
<p>4. Februari 2010, pihak N7W menawari Indonesia untuk menjadi tuan rumah deklarasi N7W yang akan dilaksanakan pada 11 November 2010.</p>
<p>5. Setelah menjajaki dan beberapa kali mengadakan pertemuan, pada 25 November 2010 Indonesia menyatakan berminat menjadi tuan rumah.</p>
<p>6. Pada 6 Desember, pihak N7W menyetujui Indonesia sebagai tuan rumah dengan liscense fee sebesar 10 juta dolar AS.</p>
<p>7. Pada 29 Desember 2010, N7W mengeluarkan ancaman melalui Kepala Komunikasi N7W Eamon Fitzgerald yang memberikan batas waktu sampai 31 Januari 2011 kepada pemerintah Indonesia, untuk menyatakan kesediaannya menjadi tuan rumah. Jika sampai batas waktu itu tidak ada ketegasan, maka N7W akan menangguhkan status Taman Nasional Komodo sebagai finalis N7W.</p>
<p>8. Todung Mulya Lubis, kuasa hukum Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (dahulu Kembudpar) RI, pada 2 Februari 2011 melayangkan surat elektronik kepada N7W dan memprotes rencana eliminasi TNK sebagai finalis. Lima hari kemudian, surat itu ditanggapi pengacara N7W yang beralamat di London. Isinya, TNK tidak tereliminasi, melainkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenbudpar) tak lagi bisa menjadi official supporting committee (OSC).</p>
<p>9. Pada 11 Februari 2011, Todung Mulya Lubis mengirim surat via e-mail lagi dan meminta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenbudpar) untuk kembali menjadi OSC. Surat kedua itu tidak dijawab.</p>
<p>10. Tetap masuknya TNK sebagai finalis tanpa keikutsertaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenbudpar) sebagai OSC itu membuat harga diri bangsa dilecehkan. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang mewakili Pemerintah Indonesia tak boleh ikut mempromosikannya.</p>
<p>11. Pekan lalu, Maldives (Maladewa), satu dari 28 finalis, menarik diri dari kompetisi yang diselenggarakan N7W itu. Negara kepulauan kecil dekat Sri Lanka itu menarik diri karena urusan finansial yang dibebankan N7W.</p>
<p>12. Pada 28 April 2011, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kratif mengutus satu delegasi beranggotakan delapan orang yang terdiri dari pejabat kementerian, seorang pengacara dari Kantor Pengacara Lubis, Santosa &amp; Maulana, dan beberapa wartawan nasional untuk menyelidiki keberadaan N7W.</p>
<p>13. Duta Besar RI untuk Konfederasi Swiss dan Keharyapatihan Liechtenstein, membantu delegasi dari Jakarta untuk penyelidikan itu. Duta Besar Djoko Susilo sejak pertama kali datang di Swiss telah berhubungan dengan pemimpin redaksi harian nasional Swiss dan selalu mempertanyakan kredibilitas Yayasan N7W. Sangat diherankan para pemimpin redaksi harian nasional Swiss tidak mengenal keberadaan Yayasan N7W.</p>
<p>14. Tim dari Jakarta yang dibantu staf KBRI Bern mengadakan kunjungan ke alamat yang tertulis sebagai kantor Yayasan N7W: Hoschgasse 8, PO Box 1212, 8034 Zurich. Ternyata kode pos dari alamat yang diberikan tidak sesuai. Seharusnya alamat itu adalah: Hoschgasse 8, PO Box 1212, 8008 Zurich, di mana terdapat Museum Heidi Weber yang diarsiteki Le Corbusier dan selesai dibangun pada 1967. Museum itu hanya buka pada musim panas (Juni, Juli, Agustus) dari jam 14.00-17.00.</p>
<p>15. Tim dari Jakarta juga mendatangani kantor Pengacara Patrick Sommer dari Kantor Pengacara CMS von Erlach Henrici Ltd, untuk mendapatkan bantuan.</p>
<p>16. Sebagai yayasan, keberadaan N7W cukup unik. Yayasan ini tak jelas alamatnya, kecuali alamat e-mail-nya, hanya tertulis N7W berdiri di Panama, berbadan hukum Swiss, dan pengacaranya berada di Inggris.</p>
<p>17. Masyarakat Swiss sendiri tidak mengenal Yayasan N7W, dan yayasan ini bukan bagian dari UNESCO.</p>
<p>18. Sebagaimana diketahui, pada 1991, Taman Nasional Komodo bersama Taman Nasional Ujungkulon, Candi Borobudur, dan Candi Prambanan, oleh UNESCO dimasukkan sebagai warisan dunia. Karena reputasi UNESCO sebagai badan khusus PBB yang didirikan pada 1945 itu jauh melampaui N7W, ada baiknya kita tidak terpancing oleh aturan main N7W. (Ant/SHA)</p>
<p>Sumber: <a href="http://Liputan6.com">Liputan6.com</a><br />
Gambar: <a href="http://www.tripadvisor.co.id/">http://www.tripadvisor.co.id</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronggolawe.com/2011/11/misteri-new7wonders/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komodo dan Nasionalisme Buta Kita</title>
		<link>http://ronggolawe.com/2011/10/komodo-dan-nasionalisme-buta-kita/</link>
		<comments>http://ronggolawe.com/2011/10/komodo-dan-nasionalisme-buta-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Oct 2011 00:18:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thony</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronggolawe.com/?p=303</guid>
		<description><![CDATA[Di tengah minimnya kabar baik, berita soal komodo masuk sebagai salah satu nomine 7 Keajaiban Dunia Baru oleh New 7 (Seven) Wonders of Nature tentu membuat bahagia. Setidaknya, akan ada satu lagi kekayaan Indonesia yang mendapat pengakuan dari dunia internasional. Maka, berbondong-bondonglah berbagai figur publik menyerukan agar bangsa Indonesia menunjukkan nasionalismenya lewat mendukung komodo. Caranya? Dengan mengirim [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-304" title="komodo" src="http://ronggolawe.com/wp-content/uploads/2011/10/komodo.jpg" alt="" width="400" height="300" />Di tengah minimnya kabar baik, berita soal komodo masuk sebagai salah satu <a href="http://us.lrd.yahoo.com/_ylt=AlAg5DyrGAcDJ6NqQ_qHXah9V8d_;_ylu=X3oDMTFqMDgxZXM0BG1pdANBcnRpY2xlIEJvZHkEcG9zAzEEc2VjA01lZGlhQXJ0aWNsZUJvZHlBc3NlbWJseQ--;_ylg=X3oDMTJyN2g0ZDU3BGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDOWIwMjhjZjUtNzljYy0zY2ViLWExOGEtNWE2NGJhY2NjYzkwBHBzdGNhdANuYXNpb25hbARwdANzdG9yeXBhZ2U-;_ylv=0/SIG=13331sjb2/EXP=1321056057/**http%3A//id.berita.yahoo.com/komodo-nominasi-tujuh-keajaiban-dunia-055000094.html" target="_blank">nomine 7 Keajaiban Dunia Baru oleh New 7 (Seven) Wonders of Nature</a> tentu membuat bahagia. Setidaknya, akan ada satu lagi kekayaan Indonesia yang mendapat pengakuan dari dunia internasional.</p>
<p>Maka, berbondong-bondonglah berbagai figur publik menyerukan agar bangsa Indonesia menunjukkan nasionalismenya lewat mendukung komodo. Caranya? Dengan mengirim SMS ke 9818. Awalnya, SMS dukungan ini bernilai Rp 1000, sekarang, demi menggalakkan dukungan, SMS-nya hanya dikenai biaya Rp 1.</p>
<p>Pendukung kampanye ini tidak main-main. <a href="http://us.lrd.yahoo.com/_ylt=AiXBdX5PM0hcn.y72lBHVk99V8d_;_ylu=X3oDMTFqaTNjbzlmBG1pdANBcnRpY2xlIEJvZHkEcG9zAzMEc2VjA01lZGlhQXJ0aWNsZUJvZHlBc3NlbWJseQ--;_ylg=X3oDMTJyN2g0ZDU3BGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDOWIwMjhjZjUtNzljYy0zY2ViLWExOGEtNWE2NGJhY2NjYzkwBHBzdGNhdANuYXNpb25hbARwdANzdG9yeXBhZ2U-;_ylv=0/SIG=1374f4qse/EXP=1321056057/**http%3A//id.berita.yahoo.com/jk-gratis-layanan-sms-dukung-pulau-komodo-055024816.html" target="_blank">Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi duta resmi pemenangan Pulau Komodo</a>. Dari<a href="http://us.lrd.yahoo.com/_ylt=AmvDqgshnzYi_hwlh5MI4pl9V8d_;_ylu=X3oDMTFqc2Fobm1zBG1pdANBcnRpY2xlIEJvZHkEcG9zAzQEc2VjA01lZGlhQXJ0aWNsZUJvZHlBc3NlbWJseQ--;_ylg=X3oDMTJyN2g0ZDU3BGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDOWIwMjhjZjUtNzljYy0zY2ViLWExOGEtNWE2NGJhY2NjYzkwBHBzdGNhdANuYXNpb25hbARwdANzdG9yeXBhZ2U-;_ylv=0/SIG=13isvlrvh/EXP=1321056057/**http%3A//id.berita.yahoo.com/dprd-manggarai-barat-minta-masayarakat-dukung-komodo-120304777.html" target="_blank">DPRD Manggarai Barat</a>, <a href="http://us.lrd.yahoo.com/_ylt=AhecznA5RtZ7iBSVtW2refZ9V8d_;_ylu=X3oDMTFqaGFmbHBnBG1pdANBcnRpY2xlIEJvZHkEcG9zAzUEc2VjA01lZGlhQXJ0aWNsZUJvZHlBc3NlbWJseQ--;_ylg=X3oDMTJyN2g0ZDU3BGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDOWIwMjhjZjUtNzljYy0zY2ViLWExOGEtNWE2NGJhY2NjYzkwBHBzdGNhdANuYXNpb25hbARwdANzdG9yeXBhZ2U-;_ylv=0/SIG=133eniior/EXP=1321056057/**http%3A//id.berita.yahoo.com/sembilan-hakim-mk-dukung-pulau-komodo-003348744.html" target="_blank">sembilan hakim agung Mahkamah Konstitusi</a>, <a href="http://us.lrd.yahoo.com/_ylt=Am6Lknn8ABXXtMWsLOqYXVd9V8d_;_ylu=X3oDMTFqY2dxYjVxBG1pdANBcnRpY2xlIEJvZHkEcG9zAzYEc2VjA01lZGlhQXJ0aWNsZUJvZHlBc3NlbWJseQ--;_ylg=X3oDMTJyN2g0ZDU3BGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDOWIwMjhjZjUtNzljYy0zY2ViLWExOGEtNWE2NGJhY2NjYzkwBHBzdGNhdANuYXNpb25hbARwdANzdG9yeXBhZ2U-;_ylv=0/SIG=13a7nnln0/EXP=1321056057/**http%3A//id.berita.yahoo.com/mpr-dukung-pulau-komodo-jadi-keajaiban-dunia-075132176.html" target="_blank">MPR</a>, berbagai <a href="http://us.lrd.yahoo.com/_ylt=AtkNJuyVHvBnzwkMad4N3JF9V8d_;_ylu=X3oDMTFqZG1vZW1rBG1pdANBcnRpY2xlIEJvZHkEcG9zAzcEc2VjA01lZGlhQXJ0aWNsZUJvZHlBc3NlbWJseQ--;_ylg=X3oDMTJyN2g0ZDU3BGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDOWIwMjhjZjUtNzljYy0zY2ViLWExOGEtNWE2NGJhY2NjYzkwBHBzdGNhdANuYXNpb25hbARwdANzdG9yeXBhZ2U-;_ylv=0/SIG=13ers3ad9/EXP=1321056057/**http%3A//id.berita.yahoo.com/jk-banyak-manfaat-jika-komodo-jadi-seven-wonders-143700375.html" target="_blank">pimpinan media massa dan pengusaha nasional</a>, selebritas semacam <a href="http://us.lrd.yahoo.com/_ylt=AjMxhP38DdZLf7PzX1xhpw59V8d_;_ylu=X3oDMTFqZTJrMXNoBG1pdANBcnRpY2xlIEJvZHkEcG9zAzgEc2VjA01lZGlhQXJ0aWNsZUJvZHlBc3NlbWJseQ--;_ylg=X3oDMTJyN2g0ZDU3BGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDOWIwMjhjZjUtNzljYy0zY2ViLWExOGEtNWE2NGJhY2NjYzkwBHBzdGNhdANuYXNpb25hbARwdANzdG9yeXBhZ2U-;_ylv=0/SIG=12ua9jiob/EXP=1321056057/**http%3A//id.berita.yahoo.com/fadli-padi-terpukau-pulau-komodo-074725486.html" target="_blank">Fadli &#8216;Padi&#8217; dan RAN</a>, <a href="http://us.lrd.yahoo.com/_ylt=AmUMCzJnwFfW7LjHD8f2zWd9V8d_;_ylu=X3oDMTFqcjE2NDhqBG1pdANBcnRpY2xlIEJvZHkEcG9zAzkEc2VjA01lZGlhQXJ0aWNsZUJvZHlBc3NlbWJseQ--;_ylg=X3oDMTJyN2g0ZDU3BGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDOWIwMjhjZjUtNzljYy0zY2ViLWExOGEtNWE2NGJhY2NjYzkwBHBzdGNhdANuYXNpb25hbARwdANzdG9yeXBhZ2U-;_ylv=0/SIG=13fvpundm/EXP=1321056057/**http%3A//id.berita.yahoo.com/kalla-dan-slank-ajak-masyarakat-sms-dukung-komodo-145721451.html" target="_blank">Slank</a>, bahkan sampai <a href="http://us.lrd.yahoo.com/_ylt=ApF81tAcrhZcF4KXvmOHSQJ9V8d_;_ylu=X3oDMTFrb2pndWQ3BG1pdANBcnRpY2xlIEJvZHkEcG9zAzEwBHNlYwNNZWRpYUFydGljbGVCb2R5QXNzZW1ibHk-;_ylg=X3oDMTJyN2g0ZDU3BGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDOWIwMjhjZjUtNzljYy0zY2ViLWExOGEtNWE2NGJhY2NjYzkwBHBzdGNhdANuYXNpb25hbARwdANzdG9yeXBhZ2U-;_ylv=0/SIG=12u7nnirs/EXP=1321056057/**http%3A//id.berita.yahoo.com/presiden-ajak-publik-vote-komodo-023212107.html" target="_blank">Presiden SBY</a> pun menyerukan dukungan.</p>
<p>Kerjasama dengan <a href="http://us.lrd.yahoo.com/_ylt=AtRyd3k_v4n7IkYOXmyDd7l9V8d_;_ylu=X3oDMTFrM2g5cm4zBG1pdANBcnRpY2xlIEJvZHkEcG9zAzExBHNlYwNNZWRpYUFydGljbGVCb2R5QXNzZW1ibHk-;_ylg=X3oDMTJyN2g0ZDU3BGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDOWIwMjhjZjUtNzljYy0zY2ViLWExOGEtNWE2NGJhY2NjYzkwBHBzdGNhdANuYXNpb25hbARwdANzdG9yeXBhZ2U-;_ylv=0/SIG=13dm9b5ec/EXP=1321056057/**http%3A//id.berita.yahoo.com/tak-benar-pulau-komodo-dihapus-dari-nominator-7-101427265.html" target="_blank">empat provider telekomunikasi</a> pun dilakukan demi melancarkan pemilihan via SMS. Saking menggilanya jumlah kiriman SMS untuk memenangkan Pulau Komodo, penyedia layanan SMS <a href="http://us.lrd.yahoo.com/_ylt=ArnA2hP2LUxuDDAi3Jc4KHF9V8d_;_ylu=X3oDMTFrbzVrN3R2BG1pdANBcnRpY2xlIEJvZHkEcG9zAzEyBHNlYwNNZWRpYUFydGljbGVCb2R5QXNzZW1ibHk-;_ylg=X3oDMTJyN2g0ZDU3BGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDOWIwMjhjZjUtNzljYy0zY2ViLWExOGEtNWE2NGJhY2NjYzkwBHBzdGNhdANuYXNpb25hbARwdANzdG9yeXBhZ2U-;_ylv=0/SIG=13qe19hs5/EXP=1321056057/**http%3A//id.berita.yahoo.com/kapasitas-server-ditambah-akibat-jutaan-sms-mendukung-komodo-052047789.html" target="_blank">Mobilink pun sampai menaikkan kapasitas servernya</a>. Bisa dipastikan, menjelang masa berakhirnya masa pemilihan pada 11 November nanti, dukungan akan semakin meningkat.</p>
<p>Jusuf Kalla memperkirakan, Pulau Komodo membutuhkan 30 juta suara untuk menang. Nah, sudah berapa banyak dukungan yang diperoleh Pulau Komodo sampai sekarang? Ketua Pendukung Pemenangan Komodo, aktivis lingkungan <a href="http://us.lrd.yahoo.com/_ylt=AomecSwIhXiIRjPbfrhAEkB9V8d_;_ylu=X3oDMTFrZ2VpNWs1BG1pdANBcnRpY2xlIEJvZHkEcG9zAzEzBHNlYwNNZWRpYUFydGljbGVCb2R5QXNzZW1ibHk-;_ylg=X3oDMTJyN2g0ZDU3BGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDOWIwMjhjZjUtNzljYy0zY2ViLWExOGEtNWE2NGJhY2NjYzkwBHBzdGNhdANuYXNpb25hbARwdANzdG9yeXBhZ2U-;_ylv=0/SIG=13nck1aqg/EXP=1321056057/**http%3A//id.berita.yahoo.com/inilah-pesaing-komodo-dalam-penghargaan-7-keajaiban-dunia-072909901.html" target="_blank">Emmy Hafild mengaku saat ini pendukung Komodo sudah mencapai puluhan juta, meskipun tidak boleh disebutkan detail berapa tepatnya voters yang mendukung Komodo</a>.</p>
<p>Alasannya, &#8220;Peraturan dari panitia penyelenggara The 7 Wonders melarang peserta memberikan rincian voters karena kompetisi ini tidaklah menggunakan penghargaan juara satu, dua dan tiga,&#8221; Jelas Emmy Hafild kepada wartawan.</p>
<p>Maladewa termasuk salah satu negara yang masuk dalam nomine 7 Keajaiban Dunia Baru ini, tapi kemudian memutuskan mundur. Alasannya? <a href="http://us.lrd.yahoo.com/_ylt=Ar5T4EzTzqJStOiKw4BHPm59V8d_;_ylu=X3oDMTFrNTc4NHFjBG1pdANBcnRpY2xlIEJvZHkEcG9zAzE0BHNlYwNNZWRpYUFydGljbGVCb2R5QXNzZW1ibHk-;_ylg=X3oDMTJyN2g0ZDU3BGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDOWIwMjhjZjUtNzljYy0zY2ViLWExOGEtNWE2NGJhY2NjYzkwBHBzdGNhdANuYXNpb25hbARwdANzdG9yeXBhZ2U-;_ylv=0/SIG=1210le226/EXP=1321056057/**http%3A//www.visitmaldives.com/en/news_posts/97" target="_blank">Seperti tercantum dalam situs resmi pemasaran dan hubungan masyarakat Maladewa</a>, bahwa penyelenggara tidak transparan dalam menjelaskan bagaimana cara mereka menghitung dukungan.</p>
<p>Itu baru satu alasan. Yang lainnya adalah biaya-biaya tak terduga yang terus meningkat jumlahnya. Mereka menyebut harus membayar sponsor platinum mencapai $350 ribu; dua biaya sponsor emas dengan total $420 ribu, mensponsori tur dunia dengan menerima kunjungan delegasi, menyediakan perjalanan balon udara, penerbangan, akomodasi, kunjungan wartawan; biaya $1 juta dolar bagi penyedia layanan telepon untuk berpartisipasi dalam kampanye New7Wonders; dan $1 juta lagi agar maskapai Maladewa bisa menempelkan logo New7Wonders di pesawat-pesawat mereka.</p>
<p>Biaya-biaya ini sangat besar hanya demi sebuah predikat &#8216;ajaib&#8217;. Toh selama ini reputasi komodo sebagai tujuan wisata dunia juga sudah diakui.</p>
<p>Selain itu, bukankah biaya jutaan dollar itu bisa lebih baik digunakan untuk sebuah kampanye wisata Indonesia yang terencana (semacam Malaysia dengan Truly Asia-nya atau Thailand lewat Amazing Thailand-nya) daripada demi membayar biaya-biaya lisensi pada sebuah perusahaan yang tidak jelas reputasinya?</p>
<p>Yang perlu diingat lagi, bahwa lembaga New7Wonders yang mengadakan kompetisi ini sama sekali tidak terhubung dengan lembaga UNESCO di bawah PBB.</p>
<p>UNESCO sudah lebih dulu menetapkan Taman Nasional Komodo sebagai Situs Warisan Dunia pada 1986.</p>
<p>Bahkan, UNESCO sampai mengeluarkan pernyataan tersendiri demi menegaskan bahwa apa yang mereka lakukan dengan penetapan Situs-Situs Warisan Dunia sangat berbeda dengan apa yang dilakukan oleh New7Wonders (Pernyataan resmi dari UNESCO bisa dibaca di <a href="http://us.lrd.yahoo.com/_ylt=AjEGNRUZPGZNs80tl6FeCiZ9V8d_;_ylu=X3oDMTFrb2d1MDA1BG1pdANBcnRpY2xlIEJvZHkEcG9zAzE1BHNlYwNNZWRpYUFydGljbGVCb2R5QXNzZW1ibHk-;_ylg=X3oDMTJyN2g0ZDU3BGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDOWIwMjhjZjUtNzljYy0zY2ViLWExOGEtNWE2NGJhY2NjYzkwBHBzdGNhdANuYXNpb25hbARwdANzdG9yeXBhZ2U-;_ylv=0/SIG=11lfab3k1/EXP=1321056057/**http%3A//whc.unesco.org/en/news/352" target="_blank">sini</a>).</p>
<p>Sejak 2007, UNESCO menyatakan bahwa mereka sudah berkali-kali diajak bekerjasama oleh organisasi milik Bernard Weber ini, tapi mereka memilih untuk tidak berpartisipasi. Lembaga PBB biasanya menggunakan bahasa-bahasa yang diplomatis.</p>
<p>Maka ketika UNESCO mengatakan, &#8220;tidak ada yang bisa dibandingkan antara kampanye media yang dilakukan Tuan Weber dengan pekerjaan ilmiah dan proses pendidikan yang kami lakukan di UNESCO sehingga menghasilkan daftar situs-situs Warisan Dunia,&#8221; itu artinya mereka sedang memberi peringatan keras akan cara kerja lembaga ini.</p>
<p>Lalu, kenapa kita masih ngotot memenangkan komodo dalam kompetisi yang tidak jelas cara penjuriannya ini? Yang jika kita menang pun, kita masih harus membayar biaya-biaya tinggi demi meraih pengakuan internasional?</p>
<p>Sebegitu hauskah kita akan pengakuan internasional dari lembaga yang reputasinya tidak jelas? Apa yang menurut Anda membuat berbagai figur publik seolah terbutakan akan fakta-fakta yang tersedia dan secara membuta mendukung komodo?</p>
<p>Sumber: <a href="http://id.berita.yahoo.com/komodo-dan-nasionalisme-buta-kita.html">http://id.berita.yahoo.com/komodo-dan-nasionalisme-buta-kita.html</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronggolawe.com/2011/10/komodo-dan-nasionalisme-buta-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dua Jenazah Utuh di Makam Sunan Bonang</title>
		<link>http://ronggolawe.com/2011/08/dua-jenazah-utuh-di-makam-sunan-bonang/</link>
		<comments>http://ronggolawe.com/2011/08/dua-jenazah-utuh-di-makam-sunan-bonang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Aug 2011 00:29:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thony</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronggolawe.com/?p=296</guid>
		<description><![CDATA[Renovasi dan perluasan makam Sunan Bonang di Tuban menyisakan peristiwa langka. Saat beberapa makam dibongkar, ternyata ada dua jenazah utuh. Di sekitar makam Sunan Bonang memang terdapat banyak makam kiai atau masyarakat luas. Karena perluasan membutuhkan lahan, maka beberapa makam di dekat makam Sunan Bonang dipindahkan. &#8220;Ternyata ada dua jenazah yang kondisinya masih utuh. Dua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-297" title="jenazah_utuh" src="http://ronggolawe.com/wp-content/uploads/2011/08/jenazah_utuh.jpg" alt="" width="400" height="205" />Renovasi dan perluasan makam Sunan Bonang di Tuban menyisakan  peristiwa langka. Saat beberapa makam dibongkar, ternyata ada dua  jenazah utuh.</p>
<p>Di sekitar makam Sunan Bonang memang terdapat banyak  makam kiai atau masyarakat luas. Karena perluasan membutuhkan lahan,  maka beberapa makam di dekat makam Sunan Bonang dipindahkan.</p>
<p>&#8220;Ternyata  ada dua jenazah yang kondisinya masih utuh. Dua jenazah itu atas nama  Muzakir dan Sukran,&#8221; kata salah satu juru kunci makam Sunan Bonang,  Abdul Muchith.</p>
<p>&#8220;Ya, kami tak tahu kenapa bisa begitu. Tapi,  biasanya orang suci jenazahnya dilindungi Tuhan dan dalam keadaan utuh.  Amalan Muzakir memang bagus semasa hidup. Dia adalah guru mengaji,&#8221;  tambahnya.</p>
<p>Utuhnya dua jenazah itu sempat membuat geger masyarakat  sekitar. Beberapa peziarah yang mengetahui cerita itu, sering  menyempatkan diri mendoakan arwahnya, atau sekadar melihat makamnya yang  kini tetap dekat dari makam Sunan Bonang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronggolawe.com/2011/08/dua-jenazah-utuh-di-makam-sunan-bonang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mudik Lewati Jalur Batik</title>
		<link>http://ronggolawe.com/2011/08/mudik-lewati-jalur-batik/</link>
		<comments>http://ronggolawe.com/2011/08/mudik-lewati-jalur-batik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Aug 2011 00:20:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thony</dc:creator>
				<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi Tuban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronggolawe.com/?p=289</guid>
		<description><![CDATA[Mudik bisa juga sembari berwisata sekaligus belanja. Berwisata budaya batik dan membeli produknya menjadi salah satu aktivitas yang menarik dan menyenangkan. Apalagi, pakaian batik juga bisa dikenakan saat lebaran. Selain batik sedang kembali menjadi tren, juga menjadi bagian dari partisipasi melestarikan budaya bangsa. Jalur mudik Jakarta ke arah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mudik bisa juga sembari berwisata sekaligus belanja. Berwisata budaya  batik dan membeli produknya menjadi salah satu aktivitas yang menarik  dan menyenangkan. Apalagi, pakaian batik juga bisa dikenakan saat  lebaran. Selain batik sedang kembali menjadi tren, juga menjadi bagian  dari partisipasi melestarikan budaya bangsa.</p>
<p>Jalur mudik Jakarta  ke arah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur melewati banyak sentra  industri batik. Sehingga, saat para pemudik bisa melakukan variasi  perjalanan, mampir di sentra-sentra batik yang dilewati.</p>
<p>Jika  melewati jalur utara, sentra batik banyak ditemukan di Indramayu  (Dermayon), Cirebon, Pekalongan, Lasem, sampai Tuban. Sedangkan jika  melewati jalur selatan, maka sentra batik yang terdaat di Garut,  Tasikmalaya, Ciamis, dan Banyumas.</p>
<p style="text-align: center;"><img title="batik_gedok2" src="../wp-content/uploads/2010/10/batik_gedok2.jpg" alt="" width="500" height="375" /></p>
<p style="text-align: center;">&#8220;Batik Gedog Tuban&#8221;</p>
<p>Melewati Yogyakarta dan Solo  (Surakarta) akan lebih menarik bagi para pemburu batik. Sebab, dua kota  itu memiliki tradisi batik yang tua dan banyak pengrajinnya. Sentra  batik juga bertebaran di kedua kota itu.</p>
<p>Di Jawa Timur, batik juga  bertebaran di mana-mana. Bahkan, daerah ini mengklaim memiliki 1300  motif batik dan sentra batik ada di 29 kabupaten atau kotamadya,  termasuk di Madura.</p>
<p>Itu menunjukkan betapa kayanya Indonesia  dengan batiknya, juga betapa menarik dan menantangnya memburu batik saat  mudik. Sebab, bagi para perantau yang pulang kampung menuju ke timur,  maka mereka akan melewati banyak sentra batik. Bahkan, hampir seluruh  daerah di Pulau Jawa ini memiliki sentra batik dengan kekhasan  masing-masing. Sentra batik juga terdapat di beberapa daerah di luar  Jawa.</p>
<p><strong>Beberapa sentra batik di Jawa:</strong></p>
<p><strong>Cirebon</strong></p>
<p><strong>Sentra: </strong>Trusmi. <strong>Motif: </strong>Mega Mendung, Wadasan, dsb. <strong>Ciri khas: </strong>Banyak  mengeksplorasi alam dengan ornamen mega atau batu cadas menjadi ciri  khasnya. Warna coklat dan hitam, juga warna-warna cerah khas batik  pesisiran, seperti merah, biru, hijau, kuning dan sebagainya.</p>
<p><strong>Pekalongan Sentra: </strong>Pekalongan kota, Buaran, Pekajangan, Wonopringgo <strong>Motif: </strong>Jlamprang, Encim, Klengenan, Pagi Sore, Hokokai <strong>Ciri khas:</strong> Warna batik Pekalongan lebih cerah, seperti merah, hijau, biru dan  sebagainya. Pengaruh Arab, China, Solo, dan Yogyakarta masih terasa.</p>
<p><strong>Lasem Sentra: </strong>Kecamatan Lasem dan Pancur <strong>Motif:</strong> Burung Hong, Banji, Bunga Seruni, dan Liong <strong>Ciri khas: </strong>Motif batik Lasem banyak dipengaruhi oleh kebudayaan China. Warna cerah, seperti merah, kuning, hijau, biru dan sebagainya.</p>
<p><strong>Tuban</strong> <strong>Sentra: </strong>Desa Sumurgung, Jl. Letda Sucipto, dan sebagainya. <strong>Motif:</strong> Lok Chan, Guntingan, Nacanan, Pipitan (latar putih corak berwarna merah  atau biru tua) dan Bangrod (latar putih dengan motif berwarna merah). <strong>Ciri khas: </strong>Warna cerah, ada pengaruh kebudayaan China.</p>
<p><strong>Garut Sentra:</strong> Kampung Sisir, Desa Sukasenang, Banyuresmi, dan sebagainya. <strong>Motif:</strong> Rereng Bilik, Rereng Jaksa, Bulu Ayam, Kelereng, dan Kalijagat <strong>Ciri khas: </strong>Batik  garut dipengaruhi oleh batik Pekalongan, Tasikmalaya, dan Ciamis  terlihat pada motif lereng dan kawung serta babaran yang mengarah pada  warna gading. Warna lebih kalem. Dasar warna kain cenderung menggunakan  warna krem atau soga.</p>
<p><strong>Tasikmalaya Sentra:</strong> Cigeureung (Cipedes), Gudangjero, Bojong, Dwi Negara <strong>Motif: </strong>Merak Ngibing, Keladi, Lereng, Pandan dan sebagainya. <strong>Ciri khas:</strong> Warna krem atau coklat, ada beberapa agak cerah karena pengaruh batik Pekalongan. Ada pula pengaruh dari Solo dan Yogyakarta.</p>
<p><strong>Banyumas Sentra: </strong>Desa Sokaraja (Banyumas), Gumelem (Banjarnegara), Bentarsari (Salem), Pejagoan dan Gemeksekti (Kebumen), Purwokerto <strong>Motif: </strong>Rujak Senthe, Udan Iris, Ukel, Kopi Pecah, Manggar, Sawat Rantai <strong>Ciri khas:</strong> Batik gaya Banyumasan punya keisimewaan, yakni kain dibatik pada 2 sisi  sehingga menghasilkan kain yang bisa dipakai bolak balik.</p>
<p><strong>Bantul Sentra: </strong>Giriloyo, Pajangan <strong>Motif: </strong>Sido Asih, Sido Mukti, Sido Mulyo, Madu Bronto, dan sebagainya. <strong>Ciri khas:</strong> Batik Bantul lebih sederhana dan banyak mengeksplor tumbuhan. Warna dan  beberapa filosofi banyak terpengaruh batik Yogyakarta dan Solo.</p>
<p><strong>Yogyakarta Sentra: </strong>Ngadisuryan, Terban, Malioboro, Gading, dan sebagainya. <strong>Motif: </strong>Cuwiri,  Sido Mukti (bermotif gurda), Kawung, Pamiluto, Parang Kusumo, Ceplok  Kasatrian, Nitik Karawitan, Truntum, Ciptoning, Tambal dan sebagainya. <strong>Ciri khas:</strong> Batik Yogyakarta lebih banyak memakai warna coklat, utih, dan hitam.  Beberapa motif mengeksplorasi flona. Ada pula bentuk-bentuk lain yang  memiliki kedalaman filosofi.</p>
<p><strong>Solo Sentra: </strong>Laweyan, Pajang, Tipes <strong>Motif: </strong>Sido Asih, Ratu Ratih, Parang Kusuma, Bokor Kencana, Sekar Jagad <strong>Ciri khas: </strong>Banyak  didominasi warna krem, coklat, hitam, dan putih. Beberapa motif batik  memilik filosofi yang dalam dan peruntukan yang jelas, meski sekarang  mulai banyak motif bebas.</p>
<p><strong>Madiun Sentra: </strong>Desa Kenongorejo, Kecamatan Pilangkenceng <strong>Motif: </strong>Kenonogo <strong>Ciri khas:</strong> Warna banyak terpengaruh dari batik Solo dan Yogyakarta, tapi motif-motifnya lebih sederhana.</p>
<p><strong>Sidoarjo Sentra: </strong>Desa Kedungcangkring (Kecamatan Jabon), Desa Sekardangan (Kecamatan Sidoarjo), dan Kampung Jetis Pekauman (Kecamatan Sidoarjo). <strong>Motif: </strong>Abangan dan Ijo-ijoan (gaya Madura), Beras Kutah, Krubutan (campur-campur) <strong>Ciri khas: </strong>Didominasi flora dan fauna dengan warna cerah, seperti merah, hijau, kuning, dan hitam.</p>
<p>Sumber: <a href="http://travel.kompas.com/read/2011/07/15/1023337/Mudik.Lewati.Jalur.Batik">www.kompas.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronggolawe.com/2011/08/mudik-lewati-jalur-batik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelestari Batik dan Tenun Tuban</title>
		<link>http://ronggolawe.com/2011/08/pelestari-batik-dan-tenun-tuban/</link>
		<comments>http://ronggolawe.com/2011/08/pelestari-batik-dan-tenun-tuban/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2011 05:03:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thony</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronggolawe.com/?p=285</guid>
		<description><![CDATA[Hampir 20 tahun lalu, Uswatun Hasanah (41) nyaris tidak bisa menemukan pembatik dan penenun gedog di kampung halamannya di Desa Kedung Rejo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Perempuan yang berasal dari keturunan pembatik dan penenun itu berusaha hampir 10 tahun menggalakkan lagi pembuatan batik dan tenun. Jerih payah Uswatun mendapat pengakuan dari berbagai kalangan masyarakat. Bahkan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="uswatun_hasanah" src="../wp-content/uploads/2011/08/uswatun_hasanah.jpg" alt="" width="298" height="225" />Hampir 20  tahun lalu, Uswatun Hasanah (41) nyaris tidak bisa  menemukan pembatik  dan penenun gedog di kampung halamannya di Desa  Kedung Rejo, Kabupaten  Tuban, Jawa Timur. Perempuan yang berasal dari  keturunan pembatik dan  penenun itu berusaha hampir 10 tahun  menggalakkan lagi pembuatan batik  dan tenun.</p>
<p>Jerih payah Uswatun  mendapat pengakuan  dari berbagai kalangan masyarakat. Bahkan,  pemerintah pun memberikan  anugerah tertinggi bidang industri, Upakarti  2010, untuk kategori  pelestari. ”Waktu penilaian Upakarti, saya  sampaikan kepada juri-juri  yang profesor. Saya cuma sekolah sampai  kelas V SD. Saya ini sebenarnya  tidak bisa apa-apa,” ujar Uswatun  merendah.</p>
<p>Meski mengaku tidak  bisa apa-apa, karyanya luar biasa.  Ibu satu anak itu menghabiskan waktu  bertahun-tahun untuk membangkitkan  kembali industri batik dan tenun  gedog di kampung halamannya. Niatnya  tidak hanya terhenti di kata-kata.  Sejak tahun 1990 hingga 1993, dia  belajar membatik. Sebab, di desanya  sudah tidak bisa ditemukan pembatik  yang rutin berproduksi. Dia belajar  ke Desa Karang, Kecamatan  Semanding, Tuban.</p>
<p>”Dulu saya pernah  belajar membatik kepada ibu.  Pernah juga belajar memintal kapas untuk  tenun kepada almarhum nenek.  Karena tidak produksi, saya perlu belajar  lagi,” tuturnya.</p>
<p>Setelah  menguasai keterampilan membatik, ia lalu  menularkan keahlian itu  kepada ibu-ibu dan anak-anak putus sekolah di  desanya. Untuk itu dia  menghabiskan waktu panjang. Sampai tahun 1999,  kegiatannya hanya  berkutat pada pelatihan karena belum ada pembatik  andal.</p>
<p>Mereka  yang akhirnya terampil membatik produknya dibeli  oleh Uswatun yang  mengelola sanggar batik Sekar Ayu. Pelatihan itu masih  berlanjut sampai  sekarang. Setiap hari masih ada orang belajar membatik  di sanggar  Sekar Ayu. ”Untuk anak-anak hanya boleh belajar siang sampai  sebelum  (shalat) asar. Ibu-ibu bebas mau belajar sampai sore,” ujarnya.</p>
<p>Upaya   Uswatun membuahkan hasil. Saat ini ada 250 pembatik produktif di Desa   Kedung Rejo yang bermitra dengannya. Mereka mengambil bahan dan motif   dari Uswatun. Sebagian mengembangkan motif sendiri. ”Saya hanya   mengawasi rinci untuk motif pesanan. Untuk yang bukan pesanan, pembatik   dibebaskan berkreasi. Saya beli produk mereka agar mereka tidak usah   susah-susah memikirkan pemasaran,” ujarnya.</p>
<p>Selain pembatik, penenun di desa itu juga mulai berproduksi lagi. Geliat usaha batik Uswatun dikembangkan dengan</p>
<p>adanya   kerja sama dengan 50 perajin di desa itu. Batik dan tenun gedog dari   desa itu saat ini sudah menembus pasar Belanda, Australia, dan Jepang.   Di dalam negeri, Uswatun bersama 20 pekerja di sanggar dan 300 perajin   di desanya kebanjiran pesanan, antara lain, dari Jakarta dan Bali.   Setiap bulan omzet bisnisnya mencapai Rp 300 juta. ”Sekitar 70 persen   dari pasar dalam negeri yang banyak pesan batik. Kalau hasil tenun   banyak yang diekspor,” ujarnya.</p>
<p><strong>Tradisional</strong></p>
<p>Para   perajin di Kedung Rejo tidak hanya diajak kembali membangun kejayaan   batik dan tenun di desa itu. Mereka juga diajak mempertahankan cara   pembuatan yang tradisional. ”Pasar menghargai tinggi produk-produk yang   mempertahankan bahan alami dan cara pembuatan tradisional,” tutur   Uswatun.</p>
<p>Penenun masih memintal sendiri benang dari kapuk kapas   yang disebut benang lawe. Setiap lembar kain tenun dengan lebar 85   sentimeter dan panjang 200 sentimeter butuh sekitar 1,5 kilogram benang   lawe. Pembuatan benang sejak dari mengeringkan kapuk kapas sampai   memintal perlu lebih dari sepekan. Sementara proses tenun setiap lembar   kain rata-rata dua hari. ”Penenunan masih pakai alat tradisional,”   ujarnya.</p>
<p>Adapun pewarnaan, Uswatun juga mempertahankan pewarna   alami. Biru, warna wajib batik dan tenun Tuban, didapat dari daun yang   oleh penduduk setempat disebut tumbuhan indigo. Sedangkan warna coklat   bisa memanfaatkan kulit kayu mahoni, tinggi, dan secang jaranan yang   mudah didapatkan di sekitar rumah pembatik dan penenun. ”Hampir semua   bahan didapat dari alam sekitar sini,” tuturnya.</p>
<p>Memang ada   tantangan dengan mempertahankan metode tradisional. Kain tenun hanya   dapat diproduksi pada musim kemarau. Selama musim hujan para perajin   lebih memilih turun ke sawah. Selain karena musim bagus untuk menanam   padi, pada musim hujan mereka kesulitan mengeringkan kapas untuk bahan   benang lawe. ”Kapas didapat dari sekitar sini dan dipintal sendiri.   Untuk selembar kain tenun, perajin terampil membuatnya rata-rata dalam   dua hari atau maksimal 12 lembar per bulan,” ujarnya.</p>
<p>Dengan 50   penenun, Uswatun hanya mendapatkan maksimal 600 lembar tiap bulan.   Namun, tidak mudah mendapat jumlah itu karena sebagian besar penenun   menganggap menenun hanya pekerjaan sampingan. ”Kalau musim kemarau, saya   stok banyak-banyak untuk cadangan pada musim hujan,” tuturnya.</p>
<p><strong>Godaan</strong></p>
<p>Uswatun   mendapat banyak godaan dan cobaan. Godaan paling diingatnya adalah   tawaran pindah ke Singapura. Tawaran itu datang saat ia pameran di Batam   beberapa tahun lalu. ”Saya ditawari mau minta apa saja dan berapa saja   agar mau pindah ke Singapura. Saya tidak mau pindah karena nanti batik   dan tenun pasti diakui punya sana. Saya susah payah bertahun-tahun   supaya batik dan tenun Kedung Rejo dikenal,” ujarnya.</p>
<p>Cobaan lain   didapatnya saat peristiwa pengeboman di Bali. Uswatun yang baru mulai   mapan memasok ke Bali harus dihadapkan pada kemacetan pembayaran.   ”Barang-barang yang sudah telanjur dikirim tak jelas pembayarannya   karena pariwisata Bali anjlok,” ujarnya.</p>
<p>Ia cemas karena peristiwa   itu memacetkan aliran kas usahanya. Angsuran pinjamannya macet.   Kunjungan petugas pembinaan dari lembaga penyalur kredit dihindarinya.   ”Saya malu bertemu karena kredit macet. Untung Pak Faf (Faf Adi Samsul,   Kepala Divisi Pengelolaan Sosial PT Semen Gresik) tak menyerah memberi   pengertian. Saya akan dibantu kalau memang berniat melunasi pinjaman,”   tuturnya.</p>
<p>PT Semen Gresik membantu Uswatun membuka jaringan pasar   baru. Ia diikutkan dalam berbagai pameran. Kegigihannya juga dijadikan   model bagi UKM lain yang dibina PT Semen Gresik. Puncak penghargaan  dari  perusahaan itu berupa penetapan sebagai juara utama Anugerah UKM  Semen  Gresik 2010. ”Bu Uswatun contoh wirausaha di desa yang mau  bekerja  memajukan lingkungannya. Dia bertahun-tahun berkeliling  mengajar orang  membatik. Semua dilakukan secara sukarela,” ujar Faf Adi  Samsul.</p>
<p>Sumber: <a href="http://oase.kompas.com/read/2011/01/22/09314564/Pelestari.Batik.dan.Tenun.Tuban">www.kompas.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronggolawe.com/2011/08/pelestari-batik-dan-tenun-tuban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batik Gedog Tuban Kaya Makna dan Fungsi</title>
		<link>http://ronggolawe.com/2011/08/batik-gedog-tuban-kaya-makna-dan-fungsi/</link>
		<comments>http://ronggolawe.com/2011/08/batik-gedog-tuban-kaya-makna-dan-fungsi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2011 04:58:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thony</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi Tuban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronggolawe.com/?p=281</guid>
		<description><![CDATA[Batik gedog Tuban kaya motif, warna dan fungsi. Satu ibu rumah tangga di Tuban memiliki lima lembar kain batik untuk berbagai keperluan berbeda. Di Tuban, terdapat 100 ragam motif batik, 40 diantaranya sudah dipatenkan pemerintah daerah setempat sebagai upaya pelestarian budaya. Yang juga khas dari batik Tuban adalah konsistensi perajin untuk melestarikan batik tulis. Mudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-282" title="batik_gedok_tuban" src="http://ronggolawe.com/wp-content/uploads/2011/08/batik_gedok_tuban.jpg" alt="" width="298" height="225" /></strong> Batik gedog Tuban kaya motif, warna dan  fungsi. Satu ibu rumah tangga di Tuban memiliki lima lembar kain batik  untuk berbagai keperluan berbeda. Di Tuban, terdapat 100 ragam motif  batik, 40 diantaranya sudah dipatenkan pemerintah daerah setempat  sebagai upaya pelestarian budaya. Yang juga khas dari batik Tuban adalah  konsistensi perajin untuk melestarikan batik tulis. Mudah saja  membedakan batik Tuban, karena batik yang diaplikasikan pada kain tenun  hingga katun, kebanyakan adalah batik tulis. Hanya beberapa perajin saja  yang masih mengaplikasikan batik cap di Tuban.</p>
<p>Masyarakat Tuban,  Jawa Timur, mengenal batik dengan sebutan batik gedog. Gedog berasal  dari bunyi dog-dog yang berasal dari alat menenun batik. Perajin batik  di Tuban, secara turun temurun membatik pada kain tenun. Proses  pembuatan batik gedog  Tuban butuh waktu sekitar tiga bulan. Pasalnya,  perajin harus melewati proses panjang memintal benang, menenun, membatik  dan pewarnaan dengan bahan alami.</p>
<p>Kekhasan batik tulis tenun  Tuban inilah yang dipertahankan perajin dan kolektor selendang lokcan,  Uswatun Hasanah. Uswatun fokus menggeluti dunia membatik dan membuka  kursus membatik sejak 1993. Di bawah bendera Batik Tulis Tenun Gedog  Sekar Ayu, ibu satu anak ini membina 200 perajin di desa Kedungrejo,  kecamatan Kerek, kabupaten Tuban, Jawa Timur.</p>
<p>&#8220;Ada 200 perajin  di desa Kedungrejo dan sekitarnya. Hanya ada 20 perajin yang bekerja di  rumah, selebihnya ibu perajin bekerja di rumah masing-masing. Anak-anak  perempuan kelas dua SD juga dilatih membatik dan mereka sudah bisa  mendapatkan penghasilan dari membatik. Mereka bisa bersekolah dengan  uang sendiri. Meski membatik, anak-anak harus tetap pulang saat waktunya  belajar atau mengaji,&#8221; jelas Uswatun kepada <em>Kompas Female</em> usai bincang-bincang pada acara Pameran Kain Tradisional Indonesia di Museum Tekstil, Jakarta, beberapa waktu lalu.</p>
<p>Di  tangan para perempuan perajin batik, tua dan muda, inilah batik Tuban  kembali punya nama. Dulunya hanya ada tiga desa yang menghasilkan batik  khas Tuban. Namun kini, terdapat 20 desa perajin batik di kabupaten  Tuban. Dalam satu minggu, perajin binaan Uswatun bisa menghasilkan 300  lembar kain batik. Hasilnya di pasarkan kebanyakan ke Bali.</p>
<p><strong>Ragam motif dan fungsi</strong></p>
<p><strong></strong>Batik  tulis tenun Tuban terbagi dua model, kain berukuran dua meter (tapih)  dan selendang. Soal fungsi, kain batik Tuban biasanya digunakan sebagai  hantaran pernikahan dari pihak laki-laki kepada mempelai perempuan. Bagi  masyarakat yang berada, calon pengantin laki-laki biasanya membawa 100  lembar kain batik Tuban. &#8220;Paling sedikit pihak laki-laki membawa lima  lembar kain batik sebagai hantaran pernikahan,&#8221; lanjut Uswatun.  Sementara selendang, biasanya digunakan kaum ibu untuk menggendong bakul  saat ke pasar atau ke sawah. Namun ada juga selendang yang khusus  digunakan untuk menghadiri acara resmi. Karena batik Tuban punya nilai  tinggi, masyarakat Tuban biasanya menyimpan kain batik untuk diwariskan  kepada anak-anaknya.</p>
<p>Mengenai motif, Uswatun menjelaskan, batik  Tuban dikenal dengan motif panjiserong, panjiori atau panjikrendil.  Motif inilah yang dulunya dimiliki oleh kalangan priyayi. Namun kini,  batik Tuban bisa dinikmati dan dikoleksi berbagai kalangan dan lapisan  masyarakat, tanpa mengenal status sosial. Ragam motif kain batik Tuban  bisa dimiliki siapa saja yang mampu. Pasalnya, kain batik tulis tenun  Tuban memiliki harga mulai Rp 800.000. Meski begitu, berbagai motif  batik Tuban juga bisa dinikmati masyarakat dengan harga lebih murah.  Perbedaannya di bahan dasar kainnya. Motif panji-panjian ini juga bisa  diaplikasikan pada bahan katun atau blacu. Alhasil, harganya pun menjadi  lebih terjangkau, mulai Rp 40.000. Selain motif panji, kain batik  (tapih) dalam bentuk sarung maupun kain panjang di Tuban juga memiliki  motif religi seperti kijing miring dan ilir-ilir.</p>
<p>Selendang batik  Tuban juga sama uniknya. Di Tuban dikenal selendang selimun, lokcan dan  kembang waluh. Selendang selimun dipercaya memiliki keampuhan  menyembuhkan demam. Masyarakat biasanya menggunakan selendang selimun  untuk menyelimuti seseorang yang demam tinggi, untuk menurunkan panas.  Logikanya, kata Uswatun, selendang yang dibuat dengan proses pemintalan  benang, penenunan, hingga pewarnaan, semuanya menggunakan bahan alami.  Bahan dasar pembuatan batik Tuban berasal dari kayu-kayuan dan tanaman  yang ditanam sendiri oleh para perajin.</p>
<p>Lain lagi dengan  selendang lokcan yang mendapat pengaruh dari China. Selendang ini  digunakan masyarakat setempat untuk menyelimuti seseorang yang disengat  kalajengking. Lain lagi dengan selendang waluh, biasanya masyarakat  setempat menggunakan selendang ini untuk upacara ritual membuang sial.</p>
<p>Kain  dan selendang batik tulis tenun Tuban biasanya berwarna kecoklatan.  Warna gelap menjadi ciri khas batik gedog dari Tuban. Meski begitu, Anda  juga bisa menemui batik Tuban berwarna cerah. Namun biasanya, batik  warna cerah menggunakan bahan lain di luar kain tenun.</p>
<p>Di luar  berbagai tradisi budaya setempat dalam memandang fungsi selendang batik  ini, sejatinya batik Tuban punya kharisma dan keindahan yang khas dan  unik. Selembar kain batik tenun tulis Tuban mewakili kreativitas perajin  yang tak pernah mati, selain juga kegiatan membatik yang mengandalkan  bahan dasar dari alam.</p>
<p>Sumber: <a href="http://female.kompas.com/read/2011/04/28/07581578/Batik.Gedog.Tuban.Kaya.Makna.dan.Fungsi.">www.kompas.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronggolawe.com/2011/08/batik-gedog-tuban-kaya-makna-dan-fungsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tempat Pengasingan Soekarno Terancam Roboh</title>
		<link>http://ronggolawe.com/2011/08/tempat-pengasingan-soekarno-terancam-roboh/</link>
		<comments>http://ronggolawe.com/2011/08/tempat-pengasingan-soekarno-terancam-roboh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2011 04:36:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thony</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronggolawe.com/?p=277</guid>
		<description><![CDATA[Wisma Menumbing sebagai tempat pengasingan Presiden Soekarno di Kota Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, terancam roboh akibat maraknya aktivitas penambangan bijih timah di sekitar bangunan bersejarah itu. &#8220;Penambang bijih timah marak di kawasan Wisma Menumbing. Jika terus dibiarkan, maka bangunan wisma bersejarah ini bisa rubuh karena batu-batu besar yang menjadi penyangga bangunan selama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wisma Menumbing sebagai tempat pengasingan Presiden Soekarno di Kota Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, terancam roboh akibat maraknya aktivitas penambangan bijih timah di sekitar bangunan bersejarah itu.</p>
<p>&#8220;Penambang bijih timah marak di kawasan Wisma Menumbing. Jika terus dibiarkan, maka bangunan wisma bersejarah ini bisa rubuh karena batu-batu besar yang menjadi penyangga bangunan selama ini akan bergeser akibat dikeruk penambang timah,&#8221; kata Kepala Dinas Sumber Daya Mineral Bangka Barat Choirul Amri di Muntok, Rabu (16/3/2011).</p>
<p>Ia menjelaskan, pemerintah daerah akan melakukan upaya pendekatan dengan para penambang bijih timah, memberikan pencerahan dan pengertian untuk tidak menambang di kawasan Wisma Menumbing yang berada persis di puncak Gunung Menumbing itu.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-278" title="pengasingan_sukarno" src="http://ronggolawe.com/wp-content/uploads/2011/08/pengasingan_sukarno.jpg" alt="" width="600" height="310" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>Pesanggrahan Muntok atau Wisma Ranggam di Kecamatan Muntok, Kabupaten  Bangka Barat, Bangka Belitung, tempat Presiden Soekarno, dan tiga tokoh  pejuang lain diasingkan antara tahun 1948 hingga 1949. Pesanggrahan itu  dibangun Bangka Tien Winning pada 1827 sebagai tempat peristirahatan  karyawan perusahaan timah milik Belanda itu.</em></p>
<p>Wisma Menumbing didirikan pada 1927 berada di puncak Gunung Menumbing dan bangunannya berdiri di atas ketinggian 450 meter dari permukaan laut. Bangunan ini merupakan aset sejarah yang harus terus dilestarikan karena menjadi tempat pengasingan Presiden Soekarno dan para tokoh republik pada masa pemerintahan kolonial Belanda.</p>
<p>&#8220;Dalam upaya menertibkan penambangan bijih timah di kawasan hutan konservasi ini, kami melibatkan berbagai pihak, terutama melibatkan komponen yang berkompeten, seperti aparat kepolisian, untuk menertibkannya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia mengemukakan, jutaan tahun yang lalu, kawasan Menumbing terbentuk dari intrusi. Banyak bongkahan yang kemudian runtuh dan kemudian terbentuk Gunung Menumbing sekarang yang penuh dengan batu-batuan besar.</p>
<p>Menurut dia, pohon yang tumbuh di kawasan hutan Menumbing banyak yang tumbang ketika terjadi angin kencang karena tumbuh di sela-sela batu sehingga akarnya tidak kuat menahan angin dengan kecepatan tinggi.</p>
<p>&#8220;Praktis setiap hujan lebat disertai angin kencang, beberapa pohon di kawasan Menumbing tumbang dan ini membuktikan batu-batu besar berfungsi sebagai penyangga bukit Menumbing. Jika masyarakat terus menambang bijih timah, maka kawasan tersebut rawan longsor dan mengancam bangunan Wisma Menumbing,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Berdasarkan informasi tertulis dan terpajang di Ruang 102 Wisma Menumbing, Soekarno dan sejumlah tokoh nasional lainnya dibawa ke tempat ini lalu dibagi menjadi tiga kelompok atau rombongan.</p>
<p>Rombongan pertama adalah Mohammad Hatta, Mr AG Pringgodigdo, Mr Assaat, dan Komodor Udara S Suryadarma yang diasingkan 22 Desember 1948 dari Yogyakarta. Rombongan kedua adalah Mr Moh Roem dan Mr Ali Sastroamidjojo yang diasingkan dari Yogyakarta ke Manumbing pada 31 Desember 1948. Adapun rombongan ketiga Bung karno dan Agus Salim juga diasingkan ke Bangka pada 6 Februari 1949 dari tempat pengasingannya semula di Kota Prapat, Sumatera Utara.</p>
<p>Sumber: <a href="http://oase.kompas.com/read/2011/03/17/08474241/Tempat.Pengasingan.Soekarno.Terancam.Roboh">www.Kompas.Com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronggolawe.com/2011/08/tempat-pengasingan-soekarno-terancam-roboh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siswa Boyolali Ciptakan Replika Helikopter Terbesar</title>
		<link>http://ronggolawe.com/2011/07/siswa-boyolali-ciptakan-replika-helikopter-terbesar/</link>
		<comments>http://ronggolawe.com/2011/07/siswa-boyolali-ciptakan-replika-helikopter-terbesar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jul 2011 05:07:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thony</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronggolawe.com/?p=273</guid>
		<description><![CDATA[Boyolali (ANTARA News) &#8211; Limapuluh siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) I Boyolali, berhasil menciptakan replika pesawat helikopter terbesar di Indonesia dan masuk dalam Museum Rekor Indonesia (Muri), Sabtu. Pemecahan rekor Muri &#8220;pioneering&#8221; Helikopter terbesar tersebut dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Gerangkan Pramuka Indonesia, pada 14 Agustus 2011. Replika helikopter yang dibuat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://ronggolawe.com/wp-content/uploads/2011/07/siswa_boyolali.jpg" alt="" title="siswa_boyolali" width="280" height="250" class="alignleft size-full wp-image-274" />Boyolali (ANTARA News) &#8211; Limapuluh siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) I Boyolali, berhasil menciptakan replika pesawat helikopter terbesar di Indonesia dan masuk dalam Museum Rekor Indonesia (Muri), Sabtu.</p>
<p>Pemecahan rekor Muri &#8220;pioneering&#8221; Helikopter terbesar tersebut dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Gerangkan Pramuka Indonesia, pada 14 Agustus 2011.</p>
<p>Replika helikopter yang dibuat 50 siswa Ambalan Pandhawa-Srikandi SMAN 1 Boyolali tersebut menggunakan bahan bambu sebanyak 50 batang, ukuran panjang 24 meter, lebar dan tingga sekitar enam meter serta hanya memerlukan waktu 50 menit kerangka pesawat itu selesai.</p>
<p>Menurut Kepala SMAN 1 Boyolali, Suranto, siswanya yang masuk anggota Gerakan Pramuka Gugus Depan Boyolali berhasil membuat replika helikopter sepanjang 24 meter, lebar enam meter serta tinggi enam meter.</p>
<p>Gelar ketrampilan Pramuka tersebut, kata dia, terpecahkan rekor Muri &#8220;Pioneering&#8221; Helikopter terbesai di Indonesia. Replika helikopter ini terdaftar masuk Muri nomor 4.999.</p>
<p>Namun, SMAN 1 Boyolali masuk Muri ini yang kedua, setelah sebelumnya juga berhasil memecahkan rekor Indonesia dengan replika lele terbesar.</p>
<p>Menurut dia, pemecahan rekor Muri ini dibuat oleh 50 orang dari 50 batang bambu dengan panjang masing-masing enam meter, tali senar, tali pramuka dan pasak kayu.</p>
<p>Ia menjelaskan, sebanyak 50 orang mencerminkan 50 tahun Gerakan Pramuka, sedangkan pembuatan &#8220;pioneering&#8221; helikopter diberikan batas waktu selama 50 menit.</p>
<p>Oleh karena itu, pihaknya berharap dengan adanya kegiatan tersebut dapat menjadikan siswa lebih kreatif dan inovatif sebagai generasi penerus untuk pembangunan bangsa.</p>
<p>Wakil Bupati Boyolali, Agus Purmanto menjelaskan, gerakan pramuka mencetak generasi muda yang berjiwa nasionalis, dan sebagai salah satu wadah pembinaan karakter bangsa.</p>
<p>Para siswa sekarang harus dapat lebih kreatif dan berprestasi. Karena, mereka sudah didukung berbagai fasilitas, sarana dan prasarana sudah sangat lengkap.</p>
<p>Oleh karena itu, Agus Purmanto mengharapkan para siswa lebih giat dan belajar penuh semangat untuk meningkatkan prestasinya.</p>
<p>Menurut Kepala Biro Bimbingan Mental Jawa Tengah, Sunarto, kegiatan kepramukaan merupakan melatih para pemuda lebih kreatif dan inovatif. Gerakan kepanduan pramuka merupakan aset kebangsaan dan menjadi benteng bagi para pemuda.</p>
<p>Ketua Kwarnas Pramuka, Azrul Azwar menjelaskan, &#8220;pioneering&#8221; helikopter yang diciptakan oleh para siswa SMAN 1 Boyolali bukan hanya bentuk fisik, tetapi mereka berhasil karena membutuhkan kerja sama, kepemimpinan, disiplin antar anggotanya.</p>
<p>Sementara kegiatan ketrampilan pramuka tersebut juga didukung peragaan taktik perang dari Den-8 Komando Pasukan Khusun (Kopassus) Grup 2 kandang Menjangan Surakrta.</p>
<p>(B018/S019)</p>
<p>Editor: Suryanto<br />
Foto : http://wuiiyh.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronggolawe.com/2011/07/siswa-boyolali-ciptakan-replika-helikopter-terbesar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wasit Australia Pimpin Laga Indonesia-Turkmenistan</title>
		<link>http://ronggolawe.com/2011/07/wasit-australia-pimpin-laga-indonesia-turkmenistan/</link>
		<comments>http://ronggolawe.com/2011/07/wasit-australia-pimpin-laga-indonesia-turkmenistan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jul 2011 05:00:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thony</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Olah Raga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronggolawe.com/?p=270</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (ANTARA News) &#8211; Wasit Australia, Benjamin Williams, akan memimpin pertandingan leg kedua Pra Piala Dunia 2014 antara Indonesia dan Turkmenistan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis pukul 19.00 WIB. Williams akan dibantu hakim garis Hakan Anaz (Australia) dan Luke Brennan (Australia), kata Media Officer PSSI Asep Saputra, di Jakarta, Kamis. Untuk wasit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://ronggolawe.com/wp-content/uploads/2011/07/timnasindonesia260711-4.jpg" alt="" title="timnasindonesia260711-4" width="300" height="200" class="alignleft size-full wp-image-271" />Jakarta (ANTARA News) &#8211; Wasit Australia, Benjamin Williams, akan memimpin pertandingan leg kedua Pra Piala Dunia 2014 antara Indonesia dan Turkmenistan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis pukul 19.00 WIB.</p>
<p>Williams akan dibantu hakim garis Hakan Anaz (Australia) dan Luke Brennan (Australia), kata Media Officer PSSI Asep Saputra, di Jakarta, Kamis. Untuk wasit cadangan, FIFA menunjuk Christopher Beath yang juga dari Australia.</p>
<p>Sementara itu, panitia pertandingan akan membuka loket penjualan tiket Indonesia-Turkmenistan pada Kamis, mulai pukul 11.00 sampai 19.00 WIB. Panitia bakal menjual 27 ribu lembar tiket.</p>
<p>Panitia menjual tiket dari harga Rp30 ribu hingga Rp500 ribu itu di dua tempat, yakni di Plaza Utara dan Plaza Timur Gelora Bung Karno. Sementara penukaran tiket pesanan dapat dilakukan seperti saat membeli.</p>
<p>Menurut Asep, penjualan tiket melalui sistem pemesanan sudah mencapai 37 ribu pada dua hari sebelumya.</p>
<p>Panpel sendiri mencetak 64 ribu lembar tiket untuk laga yang memperebutkan tiket ke putaran ketiga PPD 2014 ini.</p>
<p>&#8220;Seluruh tiket yang dibeli dengan sistem pemesanan sebanyak 32 ribu lembar sudah habis terjual. Kami terpaksa menyiapkan tiket tambahan sebanyak 2.000 lembar di kategori I dan 3.000 tiket kategori II pada Rabu sore,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara pertandingan lainnya PPD 2014 zona Asia yakni Myanmar vs Oman, Nepal vs Yordania, Tajikistan vs Suriah, Kirgistan vs Uzbekistan, Laos vs China, Bangladesh vs Libanon, Palestina vs Thailand, Filipina vs Kuwait, India vs Uni Emirat Arab, Vietnam vs Qatar, Hongkong vs Arab Saudi, Yaman vs Irak, Malaysia vs Singapura, Maladewa vs Iran.</p>
<p>Sebanyak 30 tim Asia ini memperebutkan 15 tempat di putaran ketiga PPD 2014 Brasil.<br />
(*)</p>
<p>(T.T009/B/F002/F002) 28-07-2011 08:46:42</p>
<p>Editor: AA Ariwibowo</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronggolawe.com/2011/07/wasit-australia-pimpin-laga-indonesia-turkmenistan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Air Terjun Nglirip</title>
		<link>http://ronggolawe.com/2011/04/air-terjun-nglirip-2/</link>
		<comments>http://ronggolawe.com/2011/04/air-terjun-nglirip-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Apr 2011 05:12:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thony</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galery Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Tuban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronggolawe.com/?p=265</guid>
		<description><![CDATA[Wisata air terjun “Nglirip” terletak di wilayah kecamatan Singgahan, ± 35 KM arah barat daya dari Kota Tuban. Untuk mencapai lokasi ini pengunjung yang tidak menggunakan mobil pribadi dapat menggunakan angkutan umum. Terdapat dua rute angkutan yaitu : Rute Montong : yaitu naik angkutan umum dari terminal Tuban dengan jurusan Montong, yang kemudian dari Montong [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wisata air terjun “Nglirip” terletak di wilayah kecamatan Singgahan, ± 35 KM arah barat daya dari Kota Tuban. Untuk mencapai lokasi ini pengunjung yang tidak menggunakan mobil pribadi dapat menggunakan angkutan umum. Terdapat dua rute angkutan yaitu :</p>
<p>Rute Montong : yaitu naik angkutan umum dari terminal Tuban dengan jurusan Montong, yang kemudian dari Montong dilanjutkan dengan naik kendaraan jurusan Jojogan. “Nglirip” terletak antara Montong – Jojogan, sehingga Pengunjung dapat langsung melihatnya jika melewati rute ini.</p>
<p>Rute Singgahan : yaitu dari Terminal Tuban naik bis jurusan Jatirogo, bis ini akan transit di terminal Kab. Bojonegoro yang kemudian dilanjutkan ke tujuan utama, Jatirogo. Jika pengunjung memilih rute ini, Anda dapat turun di pertigaan “Warung Anjlok” – Jojogan. Dari sini, Nglirip hanya berjarak kurang dari dua kilo meter. Jika Anda tidak malas, Anda dapat berjalan kaki sampai ke Nglirip, atau naik angkutan jurusan Montong.</p>
<p>Sesampainya disini Anda akan mendapatkan pemandangan yang sangat menawan, dari pinggir jalan saja Anda dapat melihat jatuhnya air dari tebing yang di atasnya terdapat jembatan kecil. Bagi Anda yang ingin menyusuri aliran bawah air terjun harap berhati-hati, karena jalanan setapak akan sangat licin, terutama di musim hujan.</p>
<p><img src="http://ronggolawe.com/wp-content/uploads/2011/04/nglirip_1.jpg" alt="" title="nglirip_1" width="640" height="426" class="aligncenter size-full wp-image-267" /></p>
<p><img src="http://ronggolawe.com/wp-content/uploads/2011/04/nglirip_2.jpg" alt="" title="nglirip_2" width="640" height="426" class="aligncenter size-full wp-image-268" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronggolawe.com/2011/04/air-terjun-nglirip-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

