<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ronggolawe.Com</title>
	<atom:link href="http://ronggolawe.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ronggolawe.com</link>
	<description>-</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Apr 2012 15:48:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Batik Gedog Tuban Naik Kelas</title>
		<link>http://ronggolawe.com/2012/03/batik-gedog-tuban-naik-kelas/</link>
		<comments>http://ronggolawe.com/2012/03/batik-gedog-tuban-naik-kelas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Mar 2012 15:42:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thony</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Tuban]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronggolawe.com/?p=335</guid>
		<description><![CDATA[Renske Heringa terlihat berhati-hati membentangkan sehelai kain batik gedog Tuban. Bermotif flora kembang berpadu sulur, batik berwarna merah menyala itu memukau perhatian peserta undangan diskusi Tradisi Pembatikan Kampung Kerek, Tuban, di Museum Tekstil Jakarta. Perempuan setengah baya itu adalah peneliti independen dan pensiunan dari Universitas Leiden, Belanda. Ia meneliti batik di Indonesia sejak 1970. Bahkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft  wp-image-338" title="batik_gedok1" src="http://ronggolawe.com/wp-content/uploads/2012/03/batik_gedok1.jpg" alt="" width="364" height="274" />Renske Heringa terlihat berhati-hati membentangkan sehelai kain batik gedog Tuban. Bermotif flora kembang berpadu sulur, batik berwarna merah menyala itu memukau perhatian peserta undangan diskusi Tradisi Pembatikan Kampung Kerek, Tuban, di Museum Tekstil Jakarta.</p>
<p>Perempuan setengah baya itu adalah peneliti independen dan pensiunan dari Universitas Leiden, Belanda. Ia meneliti batik di Indonesia sejak 1970. Bahkan untuk batik gedog Tuban, Heringa boleh disebut pemberi inspirasi yang membangkitkan kembali semangat batik Tuban hingga naik kelas ke pentas dunia.</p>
<p>Batik Tuban tercatat sebagai salah satu batik pesisiran yang mempunyai warna beragam. Menurut Heringa, batik Tuban mirip batik Cirebon. Kemiripan ini terlihat pada pencelupan warna merah dan biru.</p>
<p>Batik gedog sebenarnya hampir punah. Sebab, orang sudah tidak suka lagi memintal benang. Warga Desa Kampung Kedungrejo, Kerek, Kabupaten Tuban, tempat batik itu berasal, sudah tak membatik lagi. Kalaupun ada, hanya untuk mengisi waktu luang atau pekerjaan sampingan. &#8220;Pembuatannya memang rumit. Bukan sekadar membatik dengan lilin atau malam, tapi juga ada pemintalan atau menenun,&#8221; ujar Heringa.</p>
<p>Uswatun Hasanah termasuk penerus batik gedog yang bertahan. Pemilik label batik tulis tenun gedog Tuban Sekar Ayu ini adalah penerus batik gedog generasi ketiga. &#8220;Saya bertahan karena mendapat inspirasi dan motivasi dari Heringa,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut Uswatun, perempuan Belanda yang belajar ilmu antropologi dan budaya Jawa di Universitas Amsterdam dan Leiden itu mengajarkan filosofi mendalam. &#8220;Bukan sekadar pemaparan motif batik gedog yang membuat saya terpanggil untuk konsisten dan bertanggung jawab meneruskan pekerjaan ini,&#8221; kata Uswatun.</p>
<p>Hasilnya? Sungguh menggembirakan, batik gedog dianggap unik. Batik ini dicari dan dianggap sesuai dengan selera masyarakat kelas menengah atas, termasuk turis mancanegara. Para pembatiknya kini sadar akan potensi batik di daerahnya itu.</p>
<p>Pameran batik gedog Tuban di beberapa kota dan mancanegara juga terlihat mempesona. Uswatun bahkan sering diminta mengajari pewarnaan batik gedog Tuban yang indah dan alami kepada beberapa perajin dari daerah lain.</p>
<p>Menurut Uswatun kegiatan membatik ini dibuat dalam tiga variasi, yakni kain tenun atau ukuran baku kain sepanjang 2 meter, kain 3 meter, dan ukuran khusus yang lebih kecil untuk selendang, syal, atau taplak. Selain panjang kain yang beragam, batik ini memiliki perbedaan kerapatan kain. Struktur tenunan yang merangkai kain akan menentukan bentuk perlakuan yang akan diterima kain selanjutnya.</p>
<p>Seperti kain seser, yang mempunyai kerapatan rendah dengan jalinan benang penyusun. Kain ini memiliki kerapatan rendah, sehingga terdapat celah antarbenang yang berbentuk kotak-kotak. &#8220;Kondisi ini mengakibatkan kain seser agak sulit diberi motif batik. Namun kain ini memiliki daya pikat dan kini mulai dikembangkan para perajin,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut Heringa, batik gedog Tuban merupakan salah satu khazanah batik Nusantara. Kendati tidak setenar batik Solo, Yogyakarta, dan Pekalongan, batik ini memiliki makna, baik secara filosofis maupun kekuatan ekonomis. Motif dan pembuatannya yang unik merupakan ciri khas batik gedog Tuban. &#8220;Pemakaian benang yang kasar itu pesonanya,&#8221; katanya. Jadi, janganlah memandang rendah kekasaran, karena di dalamnya ada kehalusan dan seni yang tinggi. Itulah batik Gedog Tuban. | HADRIANI P.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.tempo.co/read/news/2011/11/08/110365384/Batik-Gedog-Tuban-Naik-Kelas">tempo.co</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronggolawe.com/2012/03/batik-gedog-tuban-naik-kelas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa Muncul Banyak Bencana Alam di Jawa</title>
		<link>http://ronggolawe.com/2012/03/kenapa-muncul-banyak-bencana-alam-di-jawa/</link>
		<comments>http://ronggolawe.com/2012/03/kenapa-muncul-banyak-bencana-alam-di-jawa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2012 01:36:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thony</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronggolawe.com/?p=324</guid>
		<description><![CDATA[Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bencana alam di Indonesia selama ini lebih banyak terjadi dan terkonsentrasi di Jawa. Sejak tahun 2002 hingga sekarang, lebih dari 50 persen bencana terjadi di Jawa. Pada tahun 2011, dari 2.066 kejadian bencana, sekitar 827 bencana (40%) terjadi di Jawa. BNPN juga memproyeksikan tren bencana dan dampaknya di masa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-325" title="68480_bencana_situ_gintung_300_225" src="http://ronggolawe.com/wp-content/uploads/2012/03/68480_bencana_situ_gintung_300_225.jpg" alt="" width="300" height="225" />Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bencana alam di Indonesia selama ini lebih banyak terjadi dan terkonsentrasi di Jawa. Sejak tahun 2002 hingga sekarang, lebih dari 50 persen bencana terjadi di Jawa.</p>
<p>Pada tahun 2011, dari 2.066 kejadian bencana, sekitar 827 bencana (40%) terjadi di Jawa. BNPN juga memproyeksikan tren bencana dan dampaknya di masa mendatang  makin besar.</p>
<p>Lalu apa penyebab Jawa makin rentan terhadap bencana?</p>
<p>Kepala Pusat Data Informasi dan dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan tidak meratanya pembangunan ekonomi Jawa dan luar Jawa menjadi salah satu faktor.</p>
<p>&#8220;Sekitar 129 juta jiwa atau 59 persen penduduk Indonesia tinggal di Jawa. Akibatnya terjadi ekstraksi pembangunan yang menyebabkan kerusakan lingkungan,&#8221; kata Sutopo, dalam keterangan tertulis yang diterima <em>VIVAnews</em>, 4 Maret 2012.</p>
<p>Sutopo kemudian mencontohkan, kawasan hutan diperkirakan hanya 13 persen dari luas Jawa. &#8220;Jauh dari idealnya, yaitu 30 persen.&#8221;</p>
<p>Kecenderungan itu, menurut Sutopo, mengancam daya dukung lingkungan. Sehingga, dalam jangka panjang diperkirakan akan memicu tiga macam krisis. &#8220;Krisis air, pangan, dan energi,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sutopo melanjutkan, daya dukung lingkungan Jawa terbukti sudah terlampaui saat ini. Akibatnya watak hidrologi sungai-sungai di Jawa telah berubah dan mudah terjadi banjir dan kekeringan. Analisis risiko bencana menjadi faktor penting dalam perencanaan pembangunan. (ren)</p>
<p>Sumber: VIVAnews.Com <!--  --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronggolawe.com/2012/03/kenapa-muncul-banyak-bencana-alam-di-jawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mari Sumbang Nenek Buta Pemain Kentrung</title>
		<link>http://ronggolawe.com/2012/03/mari-sumbang-nenek-buta-pemain-kentrung/</link>
		<comments>http://ronggolawe.com/2012/03/mari-sumbang-nenek-buta-pemain-kentrung/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2012 01:18:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thony</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekitar Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronggolawe.com/?p=313</guid>
		<description><![CDATA[Suratih, 90 tahun, warga asal Desa Mbatih, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, punya nasib yang sungguh memprihatinkan. Nenek sepuh ini buta dan demi menyambung hidup dia menjadi pemain kentrung, seni musik tabuh tradisional. Meski musik kentrung yang dilakoninya sejak muda kini kian tergerus oleh arus musik modern, Nenek Suratih terus bertahan memainkannya. Tak cuma [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-314" title="146062_suratih--90-tahun--penabuh-gendang_300_225" src="http://ronggolawe.com/wp-content/uploads/2012/03/146062_suratih-90-tahun-penabuh-gendang_300_225.jpg" alt="" width="300" height="225" />Suratih, 90 tahun, warga asal Desa Mbatih, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, punya nasib yang sungguh memprihatinkan. Nenek sepuh ini buta dan demi menyambung hidup dia menjadi pemain <em>kentrung</em>, seni musik tabuh tradisional.</p>
<p>Meski musik <em>kentrung</em> yang dilakoninya sejak muda kini kian tergerus oleh arus musik modern, Nenek Suratih terus bertahan memainkannya. Tak cuma untuk bertahan hidup, Suratih merasa musik warisan leluhur ini harus tetap dia lestarikan.</p>
<p>Saat tampil di acara peringatan Hari Pers Nasional di Tuban, Jawa Timur, Sabtu 3 Maret 2012 lalu, bunyi gendang yang ditabuh janda tanpa keturunan ini terdengar merdu di telinga. Suratih memainkan <em>kentrung</em> ditemani dua rekannya, Wiji dan Satri, keduanya sama-sama berumur 70 tahun. Wiji memainkan <em>ketimplung</em> dan Satri terbang. Ketiga nenek tersebut berkolaborasi menciptakan harmoni alunan <em>kentrung</em>.</p>
<p>Suratih menjelaskan harga perangkat kentrung yang mereka mainkan kurang lebih Rp2 juta. Yang ironis, kadang selama satu tahun penuh mereka harus menganggur karena tidak satupun orang yang mau menanggap mereka. ”<em>Kolo-kolo maine, Mas</em> (kadang-kadang mainnya, Mas&#8211;red),” katanya dalam Bahasa Jawa.</p>
<p>Karena sudah renta, tiap kali tampil ketiga nenek itu harus dibantu sanak keluarga mereka yang masih muda. Mereka sudah tak kuat lagi mengangkat perangkat kentrung yang berat, apalagi memainkannya dengan cara digendong.</p>
<p>Suratih kini tinggal sendirian di rumah. Suaminya, Turman, sudah meninggal dunia lebih dahulu dua tahun silam. Pasangan ini tak dianugerahi keturunan.</p>
<p>Wiji menjelaskan dulu Suratih berjualan ikan asin di depan rumahnya. Sesekali dia meladeni permintaan warga untuk memainkan kentrung.</p>
<p>Yang paling menyedihkan ketiga &#8220;Nenek <em>Kentrung</em>&#8221; itu, saat ini nyaris tak ada lagi yang mau menyambung dedikasi mereka memainkan <em>kentrung</em>. “<em>Mboten wonten sing gelem nerusake</em> (tidak ada yang mau meneruskan),” kata Wiji.</p>
<p><strong>Mari sumbang &#8220;Nenek Kentrung&#8221;</strong></p>
<p><strong></strong>Untuk meringankan beban hidup ketiga nenek itu, <em>VIVAnews</em> membuka kotak amal untuk disumbangkan ke yang bersangkutan. Bagi Anda yang tergerak hatinya, silakan mentransfer uang seikhlasnya ke rekening resmi <em>VIVAnews</em> di <strong>Bank Permata 4002306706 a.n. PT VIVA Media Baru</strong>. Di berita acara tranfer, tolong ditulis: <strong>&#8220;Sumbangan untuk Nenek Kentrung&#8221;.</strong> Daftar penyumbang dan besaran dana yang terkumpul akan kami umumkan di <em>VIVAnews</em> tepat di Hari Kartini pada tanggal 21 April 2012 mendatang.</p>
<p>Terima kasih banyak atas kebaikan hati Anda, dan semoga amal ibadah Anda diterima oleh-Nya. Amin. (kd)</p>
<p>Sumber: VIVAnews.Com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronggolawe.com/2012/03/mari-sumbang-nenek-buta-pemain-kentrung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inilah Lima Kiat Selamat dari Tipu Daya Setan</title>
		<link>http://ronggolawe.com/2012/03/inilah-lima-kiat-selamat-dari-tipu-daya-setan/</link>
		<comments>http://ronggolawe.com/2012/03/inilah-lima-kiat-selamat-dari-tipu-daya-setan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Mar 2012 01:44:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thony</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronggolawe.com/?p=329</guid>
		<description><![CDATA[Setan dengan seluruh pasukannya tidak akan pernah berhenti dan tidak mengenal istilah capai dalam menyesatkan manusia. Dari segala arah mereka la&#8217;natullah &#8216;alaihim menggoda dan menjerumuskan kita; tidak berhasil dari arah depan, dicoba dari belakang. Mentok dari samping kanan, mereka lirik samping kiri (QS al-A’raf [7]:17). Begitulah seterusnya, musuh nyata manusia ini menggoda kita sampai ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-330" title="berdoa-agar-hati-kita-selalu-terjaga-_111213095703-899" src="http://ronggolawe.com/wp-content/uploads/2012/03/berdoa-agar-hati-kita-selalu-terjaga-_111213095703-899.jpg" alt="" width="360" height="260" />Setan dengan seluruh pasukannya tidak akan pernah berhenti dan tidak mengenal istilah capai dalam menyesatkan manusia. Dari segala arah mereka la&#8217;natullah &#8216;alaihim menggoda dan menjerumuskan kita; tidak berhasil dari arah depan, dicoba dari belakang. Mentok dari samping kanan, mereka lirik samping kiri (QS al-A’raf [7]:17).</p>
<p>Begitulah seterusnya, musuh nyata manusia ini menggoda kita sampai ada di antara kita ikut serta menjadi teman mereka. Di hadapan Rabb Semesta, iblis, tetua para setan dan makhluk pencinta kegelapan ini, mendeklarasikan diri untuk mencari pertemanan yang bisa diajak berbenam di kawah besar api neraka. “Iblis berkata: ‘Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.’ Allah berfirman: ‘Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari kiamat)’. Iblis menjawab: ‘Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.’” (QS Shad [38]: 79-83).</p>
<p>Inilah kiat supaya kita selamat dari tipu daya setan yang terkutuk. Pertama, ikhlas dalam menghamba kepada Sang Khaliq (QS al-Hijr [15]:40). Apa pun aktivitas kita, termasuk dalam hal ibadah dan amaliah keduniawian, haruslah semata karena mencari rida Allah. Ikhlas ini seperti alat proteksi yang mampu melindungi kita dari virus mematikan setan dengan segala tipu muslihatnya.</p>
<p>Kedua, meniti jalan takwa dengan keseriusan taat yang sempurna. Lihat QS al-Hijr [15]: 42 dan al-Baqarah [2]: 208. Ketiga, iltizam biljamaah (melazimkan diri dengan berjamaah), baik dalam praktik ibadah, muamalah, maupun secara manhaj hidup (pola dan tata cara hidup). &#8220;Sesungguhnya setan bersama orang yang sendirian dan menjauh dari dua orang.&#8221; (HR Ahmad).</p>
<p>Keempat, melazimkan shalat berjamaah di masjid (QS al-Hadid [58]:19). Berjamaah menghadirkan kekuatan (al-jama’ah quwwatun), berjamaah menjadi mudah mengakses keberkahan (al-jama’ah barakatun). &#8220;Jika ada tiga orang di desa atau kampung yang tidak mendirikan shalat jamaah kecuali mereka telah dikuasai oleh setan &#8230;&#8221; (HR Abu Dawud).</p>
<p>Kelima, sering-seringlah memohon pertolongan Allah dari tipu daya setan dan kehadirannya dalam semua majelis kehidupan.  Sungguh kita tidak akan pernah menang perang melawan makhluk terkutuk ini kecuali atas pertolongan-Nya. Dengan memperkuat tauhid, ikhlas, dan istiqamah ibadah serta memperbanyak isti’adzah atau doa, niscaya kita akan senantiasa mendapat perlindungan Allah dan mampu menaklukkannya. (QS al-Mu’minun 97-98).</p>
<p>Jika anak Adam membaca ayat sajdah lalu dia sujud, setan menyendiri sambil menangis. Ia berkata, “Sungguh celaka (aku)! Anak Adam diperintah sujud lalu ia bersujud, maka baginya surga, dan aku disuruh sujud, tapi tidak mau sujud, maka bagiku neraka.&#8221; (HR Muslim). Karena itu, jika ingin setan banyak menangis, perbanyak sujud. <em>Wallahu a’lam</em>.</p>
<div><strong>Redaktur:</strong> Heri Ruslan</div>
<div><strong>Sumber:</strong> <a href="http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/12/03/02/m08y3p-inilah-lima-kiat-selamat-dari-tipu-daya-setan">republika.co.id</a></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronggolawe.com/2012/03/inilah-lima-kiat-selamat-dari-tipu-daya-setan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Api Abadi&#8221; Ditemukan di Tuban</title>
		<link>http://ronggolawe.com/2012/01/api-abadi-ditemukan-di-tuban/</link>
		<comments>http://ronggolawe.com/2012/01/api-abadi-ditemukan-di-tuban/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 01:18:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thony</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronggolawe.com/?p=316</guid>
		<description><![CDATA[Selama ini, kabupaten Tuban, Jawa Timur terkenal sebagai kota seribu goa. Tapi tak hanya itu, Tuban ternyata juga menyimpan pesona yang bisa dikatakan sebagai fenomena alam. Sebab, di desa Maindu, kecamatan Montong, Tuban, terdapat api abadi yang tak kunjung padam. Api abadi ini baru diketahui hari ini, Minggu, 30 Oktober 2011. Penemuan ini pun membuat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-317" title="129453_-api-abadi--di-tuban_300_225" src="http://ronggolawe.com/wp-content/uploads/2012/03/129453_-api-abadi-di-tuban_300_225.jpg" alt="" width="300" height="225" />Selama ini, kabupaten Tuban, Jawa Timur terkenal sebagai kota seribu goa. Tapi tak hanya itu, Tuban ternyata juga menyimpan pesona yang bisa dikatakan sebagai fenomena alam. Sebab, di desa Maindu, kecamatan Montong, Tuban, terdapat api abadi yang tak kunjung padam.</p>
<p>Api abadi ini baru diketahui hari ini, Minggu, 30 Oktober 2011. Penemuan ini pun membuat warga sekitarnya geger.</p>
<p>Api abadi tersebut diduga muncul dari gas bumi, sebab baunya yang seperti gas elpiji. Gas tersebut diperkirakan berasal dari dari panas bumi yang muncul dari sela-sela tanah.</p>
<p>Khosim, salah satu warga setempat menyatakan, dulunya ada lubang kecil dari tanah yang muncul, dan memiliki bau gas. Lantas warga langsung memberi api, ternyata api tersebut menyala dan tidak bisa dimatikan sehingga langsung dinamakan api abadi.</p>
<p>”Warga yang mengetahui ada lubang gas langsung menyalakan api. Sehingga menyala hingga sekarang,” jelas Khosim.</p>
<p>Khosim melanjutkan, ada lubang tanah di desa setempat yang juga mengeluarkan gas yang juga mudah terbakar. Tercatat ada 8 titik lubang. Namun, untuk saat ini hanya ada satu titik yang dibiarkan oleh warga, dan yang lainnya ditutup dengan plaster semen.</p>
<p>Lokasi api abadi ini, terdapat di tengah persawahan para warga, dengan latar belakang bukit White While (dinding putih). Kalau anak-anak Pramuka mengenal lokasi ini dengan sebutan Van Deer Plash. Jarak tempatnya dari Kabupaten Tuban kurang lebih 30 km.</p>
<p>Sebelumnya, api abadi yang sudah dikenal masyarakat secara luas merupakan api abadi Mrapen. Terletak di kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, api abadi Mrapen merupakan api yang keluar dari tanah, dan tidak akan padam walaupun turun hujan.</p>
<p>Api Mrapen pun digunakan dalam sejumlah acara internasional. Antara lain, pesta olahraga internasional Games of New Emerging Force (Ganefo) pada 1 November 1963. Selain itu, api Mrapen juga digunakan dalam acara Pekan Olahraga Nasional dan upacara hari raya Waisak.</p>
<p>Sumber: VIVAnews.Com <!--  --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronggolawe.com/2012/01/api-abadi-ditemukan-di-tuban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wanita Lumpuh Ciptakan Batik Khas Tuban</title>
		<link>http://ronggolawe.com/2012/01/wanita-lumpuh-ciptakan-batik-khas-tuban/</link>
		<comments>http://ronggolawe.com/2012/01/wanita-lumpuh-ciptakan-batik-khas-tuban/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 01:23:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thony</dc:creator>
				<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<category><![CDATA[Sekitar Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronggolawe.com/?p=320</guid>
		<description><![CDATA[Di tengah kekurangannya, seorang wanita lumpuh di Tuban, Jawa Timur, Misri, berkarya menciptakan batik gedok. Karya batiknya kini membuat dia dikenal luas sebagai pembuat batik tulis khas Tuban tersebut. Misri, perempuan berumur 35 tahun asal Dusun Simbatan, Desa Njarorejo, Tuban ini membuat batik di rumahnya yang kecil dan hanya bertembok anyaman bambu. Di rumahnya, dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-321" title="125537_misri--pembatik-motif-tuban_300_225" src="http://ronggolawe.com/wp-content/uploads/2012/03/125537_misri-pembatik-motif-tuban_300_225.jpg" alt="" width="300" height="225" />Di tengah kekurangannya, seorang wanita lumpuh di Tuban, Jawa Timur, Misri, berkarya menciptakan batik <em>gedok</em>. Karya batiknya kini membuat dia dikenal luas sebagai pembuat batik tulis khas Tuban tersebut.</p>
<p>Misri, perempuan berumur 35 tahun asal Dusun Simbatan, Desa Njarorejo, Tuban ini membuat batik di rumahnya yang kecil dan hanya bertembok anyaman bambu. Di rumahnya, dia hanya ditemani ayahnya, Tasman, yang kini telah berusia 80 tahun.</p>
<p>Wanita yang hanya mampu berjalan merangkak ini berkarya membuat batik <em>gedok</em> sejak berusia 15 tahun. Dia pun tidak pernah mengenyam dunia pendidikan formal. Namun, dengan lincahnya ia mampu memainkan canting, alat membatik, yang berisikan nilam dan dicoretkan pada kain putih yang akan dibentuk batik <em>gedok</em> dengan berbagai motif.</p>
<p>Batik <em>gedok</em> Misri dijual dengan harga relatih murah. Untuk setiap batik pesanan dia hanya mematok harga Rp250 ribu. Misri juga tidak memasang harga lebih mahal jika batiknya sudah dijahit menjadi sebuah baju. ”Ya, saya jual segitu,” katanya.</p>
<p>Berkat ketekunan dan keahliannya, batik buatan Misri banyak diminati orang. Hampir setiap hari, rumahnya didatangi pemesan. &#8220;Banyak, Mas, yang pesan di sini,” ujarnya.</p>
<p>Meski mendapat banyak pesanan, Misri harus harus berutang ke sana kemari untuk membeli bahan. Itu karena para pemesan biasanya baru membayar jika batik sudah selesai dibuat. &#8221;Terpaksa berutang dulu, Mas, bahannya. Setelah dibayar oleh orang yang pesan, baru mentup utang saya itu.” tambahnya. (kd)</p>
<p>Sumber: VIVAnews <!--  --> .Com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronggolawe.com/2012/01/wanita-lumpuh-ciptakan-batik-khas-tuban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Misteri New7Wonders</title>
		<link>http://ronggolawe.com/2011/11/misteri-new7wonders/</link>
		<comments>http://ronggolawe.com/2011/11/misteri-new7wonders/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Nov 2011 13:37:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thony</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronggolawe.com/?p=306</guid>
		<description><![CDATA[Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bern, Swiss, membeberkan misteri Yayasan New7Wonders, penyelenggara tujuh keajaiban dunia yang di antaranya menomisasikan Taman Nasional Komodo. Bahkan, Duta Besar RI di Swiss Djoko Susilo menegaskan bahwa pihaknya meragukan Yayasan New7Wonders. &#8220;Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bern, Swiss, merasa perlu untuk memberikan penjelasan sebagai berikut,&#8221; kata Djoko dalam surat elektronik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-309" title="komodo-dragon-komodo" src="http://ronggolawe.com/wp-content/uploads/2011/11/komodo-dragon-komodo.jpg" alt="" width="550" height="412" />Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bern, Swiss, membeberkan misteri Yayasan New7Wonders, penyelenggara tujuh keajaiban dunia yang di antaranya menomisasikan Taman Nasional Komodo. Bahkan, Duta Besar RI di Swiss Djoko Susilo menegaskan bahwa pihaknya meragukan Yayasan New7Wonders.</p>
<p>&#8220;Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bern, Swiss, merasa perlu untuk memberikan penjelasan sebagai berikut,&#8221; kata Djoko dalam surat elektronik bertanggal 31 Oktober 2011. Dan inilah kronologi yang dimaksud Djoko.</p>
<p>1. Desember 2007, N7W mengumumkan peresmian kampanye. Pada tahap awal terpilih tiga destinasi wisata Indonesia dan yang masuk nominasi adalah Taman Nasional Komodo, Danau Toba, dan Anak Gunung Krakatau, bersama dengan 440 nominasi dari 220 Negara.</p>
<p>2. Agustus 2008, Indonesia mendaftar sebagai OSC dan membayar biaya administrasi masing-masing destinasi USD 199.</p>
<p>3. Pada 21 Juli 2009, Taman Nasional Komodo menjadi Indonesia National Nominees dan menjadi salah satu dari 28 nominasi finalis.</p>
<p>4. Februari 2010, pihak N7W menawari Indonesia untuk menjadi tuan rumah deklarasi N7W yang akan dilaksanakan pada 11 November 2010.</p>
<p>5. Setelah menjajaki dan beberapa kali mengadakan pertemuan, pada 25 November 2010 Indonesia menyatakan berminat menjadi tuan rumah.</p>
<p>6. Pada 6 Desember, pihak N7W menyetujui Indonesia sebagai tuan rumah dengan liscense fee sebesar 10 juta dolar AS.</p>
<p>7. Pada 29 Desember 2010, N7W mengeluarkan ancaman melalui Kepala Komunikasi N7W Eamon Fitzgerald yang memberikan batas waktu sampai 31 Januari 2011 kepada pemerintah Indonesia, untuk menyatakan kesediaannya menjadi tuan rumah. Jika sampai batas waktu itu tidak ada ketegasan, maka N7W akan menangguhkan status Taman Nasional Komodo sebagai finalis N7W.</p>
<p>8. Todung Mulya Lubis, kuasa hukum Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (dahulu Kembudpar) RI, pada 2 Februari 2011 melayangkan surat elektronik kepada N7W dan memprotes rencana eliminasi TNK sebagai finalis. Lima hari kemudian, surat itu ditanggapi pengacara N7W yang beralamat di London. Isinya, TNK tidak tereliminasi, melainkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenbudpar) tak lagi bisa menjadi official supporting committee (OSC).</p>
<p>9. Pada 11 Februari 2011, Todung Mulya Lubis mengirim surat via e-mail lagi dan meminta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenbudpar) untuk kembali menjadi OSC. Surat kedua itu tidak dijawab.</p>
<p>10. Tetap masuknya TNK sebagai finalis tanpa keikutsertaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenbudpar) sebagai OSC itu membuat harga diri bangsa dilecehkan. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang mewakili Pemerintah Indonesia tak boleh ikut mempromosikannya.</p>
<p>11. Pekan lalu, Maldives (Maladewa), satu dari 28 finalis, menarik diri dari kompetisi yang diselenggarakan N7W itu. Negara kepulauan kecil dekat Sri Lanka itu menarik diri karena urusan finansial yang dibebankan N7W.</p>
<p>12. Pada 28 April 2011, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kratif mengutus satu delegasi beranggotakan delapan orang yang terdiri dari pejabat kementerian, seorang pengacara dari Kantor Pengacara Lubis, Santosa &amp; Maulana, dan beberapa wartawan nasional untuk menyelidiki keberadaan N7W.</p>
<p>13. Duta Besar RI untuk Konfederasi Swiss dan Keharyapatihan Liechtenstein, membantu delegasi dari Jakarta untuk penyelidikan itu. Duta Besar Djoko Susilo sejak pertama kali datang di Swiss telah berhubungan dengan pemimpin redaksi harian nasional Swiss dan selalu mempertanyakan kredibilitas Yayasan N7W. Sangat diherankan para pemimpin redaksi harian nasional Swiss tidak mengenal keberadaan Yayasan N7W.</p>
<p>14. Tim dari Jakarta yang dibantu staf KBRI Bern mengadakan kunjungan ke alamat yang tertulis sebagai kantor Yayasan N7W: Hoschgasse 8, PO Box 1212, 8034 Zurich. Ternyata kode pos dari alamat yang diberikan tidak sesuai. Seharusnya alamat itu adalah: Hoschgasse 8, PO Box 1212, 8008 Zurich, di mana terdapat Museum Heidi Weber yang diarsiteki Le Corbusier dan selesai dibangun pada 1967. Museum itu hanya buka pada musim panas (Juni, Juli, Agustus) dari jam 14.00-17.00.</p>
<p>15. Tim dari Jakarta juga mendatangani kantor Pengacara Patrick Sommer dari Kantor Pengacara CMS von Erlach Henrici Ltd, untuk mendapatkan bantuan.</p>
<p>16. Sebagai yayasan, keberadaan N7W cukup unik. Yayasan ini tak jelas alamatnya, kecuali alamat e-mail-nya, hanya tertulis N7W berdiri di Panama, berbadan hukum Swiss, dan pengacaranya berada di Inggris.</p>
<p>17. Masyarakat Swiss sendiri tidak mengenal Yayasan N7W, dan yayasan ini bukan bagian dari UNESCO.</p>
<p>18. Sebagaimana diketahui, pada 1991, Taman Nasional Komodo bersama Taman Nasional Ujungkulon, Candi Borobudur, dan Candi Prambanan, oleh UNESCO dimasukkan sebagai warisan dunia. Karena reputasi UNESCO sebagai badan khusus PBB yang didirikan pada 1945 itu jauh melampaui N7W, ada baiknya kita tidak terpancing oleh aturan main N7W. (Ant/SHA)</p>
<p>Sumber: <a href="http://Liputan6.com">Liputan6.com</a><br />
Gambar: <a href="http://www.tripadvisor.co.id/">http://www.tripadvisor.co.id</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronggolawe.com/2011/11/misteri-new7wonders/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komodo dan Nasionalisme Buta Kita</title>
		<link>http://ronggolawe.com/2011/10/komodo-dan-nasionalisme-buta-kita/</link>
		<comments>http://ronggolawe.com/2011/10/komodo-dan-nasionalisme-buta-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Oct 2011 00:18:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thony</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronggolawe.com/?p=303</guid>
		<description><![CDATA[Di tengah minimnya kabar baik, berita soal komodo masuk sebagai salah satu nomine 7 Keajaiban Dunia Baru oleh New 7 (Seven) Wonders of Nature tentu membuat bahagia. Setidaknya, akan ada satu lagi kekayaan Indonesia yang mendapat pengakuan dari dunia internasional. Maka, berbondong-bondonglah berbagai figur publik menyerukan agar bangsa Indonesia menunjukkan nasionalismenya lewat mendukung komodo. Caranya? Dengan mengirim [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-304" title="komodo" src="http://ronggolawe.com/wp-content/uploads/2011/10/komodo.jpg" alt="" width="400" height="300" />Di tengah minimnya kabar baik, berita soal komodo masuk sebagai salah satu <a href="http://us.lrd.yahoo.com/_ylt=AlAg5DyrGAcDJ6NqQ_qHXah9V8d_;_ylu=X3oDMTFqMDgxZXM0BG1pdANBcnRpY2xlIEJvZHkEcG9zAzEEc2VjA01lZGlhQXJ0aWNsZUJvZHlBc3NlbWJseQ--;_ylg=X3oDMTJyN2g0ZDU3BGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDOWIwMjhjZjUtNzljYy0zY2ViLWExOGEtNWE2NGJhY2NjYzkwBHBzdGNhdANuYXNpb25hbARwdANzdG9yeXBhZ2U-;_ylv=0/SIG=13331sjb2/EXP=1321056057/**http%3A//id.berita.yahoo.com/komodo-nominasi-tujuh-keajaiban-dunia-055000094.html" target="_blank">nomine 7 Keajaiban Dunia Baru oleh New 7 (Seven) Wonders of Nature</a> tentu membuat bahagia. Setidaknya, akan ada satu lagi kekayaan Indonesia yang mendapat pengakuan dari dunia internasional.</p>
<p>Maka, berbondong-bondonglah berbagai figur publik menyerukan agar bangsa Indonesia menunjukkan nasionalismenya lewat mendukung komodo. Caranya? Dengan mengirim SMS ke 9818. Awalnya, SMS dukungan ini bernilai Rp 1000, sekarang, demi menggalakkan dukungan, SMS-nya hanya dikenai biaya Rp 1.</p>
<p>Pendukung kampanye ini tidak main-main. <a href="http://us.lrd.yahoo.com/_ylt=AiXBdX5PM0hcn.y72lBHVk99V8d_;_ylu=X3oDMTFqaTNjbzlmBG1pdANBcnRpY2xlIEJvZHkEcG9zAzMEc2VjA01lZGlhQXJ0aWNsZUJvZHlBc3NlbWJseQ--;_ylg=X3oDMTJyN2g0ZDU3BGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDOWIwMjhjZjUtNzljYy0zY2ViLWExOGEtNWE2NGJhY2NjYzkwBHBzdGNhdANuYXNpb25hbARwdANzdG9yeXBhZ2U-;_ylv=0/SIG=1374f4qse/EXP=1321056057/**http%3A//id.berita.yahoo.com/jk-gratis-layanan-sms-dukung-pulau-komodo-055024816.html" target="_blank">Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi duta resmi pemenangan Pulau Komodo</a>. Dari<a href="http://us.lrd.yahoo.com/_ylt=AmvDqgshnzYi_hwlh5MI4pl9V8d_;_ylu=X3oDMTFqc2Fobm1zBG1pdANBcnRpY2xlIEJvZHkEcG9zAzQEc2VjA01lZGlhQXJ0aWNsZUJvZHlBc3NlbWJseQ--;_ylg=X3oDMTJyN2g0ZDU3BGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDOWIwMjhjZjUtNzljYy0zY2ViLWExOGEtNWE2NGJhY2NjYzkwBHBzdGNhdANuYXNpb25hbARwdANzdG9yeXBhZ2U-;_ylv=0/SIG=13isvlrvh/EXP=1321056057/**http%3A//id.berita.yahoo.com/dprd-manggarai-barat-minta-masayarakat-dukung-komodo-120304777.html" target="_blank">DPRD Manggarai Barat</a>, <a href="http://us.lrd.yahoo.com/_ylt=AhecznA5RtZ7iBSVtW2refZ9V8d_;_ylu=X3oDMTFqaGFmbHBnBG1pdANBcnRpY2xlIEJvZHkEcG9zAzUEc2VjA01lZGlhQXJ0aWNsZUJvZHlBc3NlbWJseQ--;_ylg=X3oDMTJyN2g0ZDU3BGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDOWIwMjhjZjUtNzljYy0zY2ViLWExOGEtNWE2NGJhY2NjYzkwBHBzdGNhdANuYXNpb25hbARwdANzdG9yeXBhZ2U-;_ylv=0/SIG=133eniior/EXP=1321056057/**http%3A//id.berita.yahoo.com/sembilan-hakim-mk-dukung-pulau-komodo-003348744.html" target="_blank">sembilan hakim agung Mahkamah Konstitusi</a>, <a href="http://us.lrd.yahoo.com/_ylt=Am6Lknn8ABXXtMWsLOqYXVd9V8d_;_ylu=X3oDMTFqY2dxYjVxBG1pdANBcnRpY2xlIEJvZHkEcG9zAzYEc2VjA01lZGlhQXJ0aWNsZUJvZHlBc3NlbWJseQ--;_ylg=X3oDMTJyN2g0ZDU3BGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDOWIwMjhjZjUtNzljYy0zY2ViLWExOGEtNWE2NGJhY2NjYzkwBHBzdGNhdANuYXNpb25hbARwdANzdG9yeXBhZ2U-;_ylv=0/SIG=13a7nnln0/EXP=1321056057/**http%3A//id.berita.yahoo.com/mpr-dukung-pulau-komodo-jadi-keajaiban-dunia-075132176.html" target="_blank">MPR</a>, berbagai <a href="http://us.lrd.yahoo.com/_ylt=AtkNJuyVHvBnzwkMad4N3JF9V8d_;_ylu=X3oDMTFqZG1vZW1rBG1pdANBcnRpY2xlIEJvZHkEcG9zAzcEc2VjA01lZGlhQXJ0aWNsZUJvZHlBc3NlbWJseQ--;_ylg=X3oDMTJyN2g0ZDU3BGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDOWIwMjhjZjUtNzljYy0zY2ViLWExOGEtNWE2NGJhY2NjYzkwBHBzdGNhdANuYXNpb25hbARwdANzdG9yeXBhZ2U-;_ylv=0/SIG=13ers3ad9/EXP=1321056057/**http%3A//id.berita.yahoo.com/jk-banyak-manfaat-jika-komodo-jadi-seven-wonders-143700375.html" target="_blank">pimpinan media massa dan pengusaha nasional</a>, selebritas semacam <a href="http://us.lrd.yahoo.com/_ylt=AjMxhP38DdZLf7PzX1xhpw59V8d_;_ylu=X3oDMTFqZTJrMXNoBG1pdANBcnRpY2xlIEJvZHkEcG9zAzgEc2VjA01lZGlhQXJ0aWNsZUJvZHlBc3NlbWJseQ--;_ylg=X3oDMTJyN2g0ZDU3BGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDOWIwMjhjZjUtNzljYy0zY2ViLWExOGEtNWE2NGJhY2NjYzkwBHBzdGNhdANuYXNpb25hbARwdANzdG9yeXBhZ2U-;_ylv=0/SIG=12ua9jiob/EXP=1321056057/**http%3A//id.berita.yahoo.com/fadli-padi-terpukau-pulau-komodo-074725486.html" target="_blank">Fadli &#8216;Padi&#8217; dan RAN</a>, <a href="http://us.lrd.yahoo.com/_ylt=AmUMCzJnwFfW7LjHD8f2zWd9V8d_;_ylu=X3oDMTFqcjE2NDhqBG1pdANBcnRpY2xlIEJvZHkEcG9zAzkEc2VjA01lZGlhQXJ0aWNsZUJvZHlBc3NlbWJseQ--;_ylg=X3oDMTJyN2g0ZDU3BGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDOWIwMjhjZjUtNzljYy0zY2ViLWExOGEtNWE2NGJhY2NjYzkwBHBzdGNhdANuYXNpb25hbARwdANzdG9yeXBhZ2U-;_ylv=0/SIG=13fvpundm/EXP=1321056057/**http%3A//id.berita.yahoo.com/kalla-dan-slank-ajak-masyarakat-sms-dukung-komodo-145721451.html" target="_blank">Slank</a>, bahkan sampai <a href="http://us.lrd.yahoo.com/_ylt=ApF81tAcrhZcF4KXvmOHSQJ9V8d_;_ylu=X3oDMTFrb2pndWQ3BG1pdANBcnRpY2xlIEJvZHkEcG9zAzEwBHNlYwNNZWRpYUFydGljbGVCb2R5QXNzZW1ibHk-;_ylg=X3oDMTJyN2g0ZDU3BGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDOWIwMjhjZjUtNzljYy0zY2ViLWExOGEtNWE2NGJhY2NjYzkwBHBzdGNhdANuYXNpb25hbARwdANzdG9yeXBhZ2U-;_ylv=0/SIG=12u7nnirs/EXP=1321056057/**http%3A//id.berita.yahoo.com/presiden-ajak-publik-vote-komodo-023212107.html" target="_blank">Presiden SBY</a> pun menyerukan dukungan.</p>
<p>Kerjasama dengan <a href="http://us.lrd.yahoo.com/_ylt=AtRyd3k_v4n7IkYOXmyDd7l9V8d_;_ylu=X3oDMTFrM2g5cm4zBG1pdANBcnRpY2xlIEJvZHkEcG9zAzExBHNlYwNNZWRpYUFydGljbGVCb2R5QXNzZW1ibHk-;_ylg=X3oDMTJyN2g0ZDU3BGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDOWIwMjhjZjUtNzljYy0zY2ViLWExOGEtNWE2NGJhY2NjYzkwBHBzdGNhdANuYXNpb25hbARwdANzdG9yeXBhZ2U-;_ylv=0/SIG=13dm9b5ec/EXP=1321056057/**http%3A//id.berita.yahoo.com/tak-benar-pulau-komodo-dihapus-dari-nominator-7-101427265.html" target="_blank">empat provider telekomunikasi</a> pun dilakukan demi melancarkan pemilihan via SMS. Saking menggilanya jumlah kiriman SMS untuk memenangkan Pulau Komodo, penyedia layanan SMS <a href="http://us.lrd.yahoo.com/_ylt=ArnA2hP2LUxuDDAi3Jc4KHF9V8d_;_ylu=X3oDMTFrbzVrN3R2BG1pdANBcnRpY2xlIEJvZHkEcG9zAzEyBHNlYwNNZWRpYUFydGljbGVCb2R5QXNzZW1ibHk-;_ylg=X3oDMTJyN2g0ZDU3BGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDOWIwMjhjZjUtNzljYy0zY2ViLWExOGEtNWE2NGJhY2NjYzkwBHBzdGNhdANuYXNpb25hbARwdANzdG9yeXBhZ2U-;_ylv=0/SIG=13qe19hs5/EXP=1321056057/**http%3A//id.berita.yahoo.com/kapasitas-server-ditambah-akibat-jutaan-sms-mendukung-komodo-052047789.html" target="_blank">Mobilink pun sampai menaikkan kapasitas servernya</a>. Bisa dipastikan, menjelang masa berakhirnya masa pemilihan pada 11 November nanti, dukungan akan semakin meningkat.</p>
<p>Jusuf Kalla memperkirakan, Pulau Komodo membutuhkan 30 juta suara untuk menang. Nah, sudah berapa banyak dukungan yang diperoleh Pulau Komodo sampai sekarang? Ketua Pendukung Pemenangan Komodo, aktivis lingkungan <a href="http://us.lrd.yahoo.com/_ylt=AomecSwIhXiIRjPbfrhAEkB9V8d_;_ylu=X3oDMTFrZ2VpNWs1BG1pdANBcnRpY2xlIEJvZHkEcG9zAzEzBHNlYwNNZWRpYUFydGljbGVCb2R5QXNzZW1ibHk-;_ylg=X3oDMTJyN2g0ZDU3BGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDOWIwMjhjZjUtNzljYy0zY2ViLWExOGEtNWE2NGJhY2NjYzkwBHBzdGNhdANuYXNpb25hbARwdANzdG9yeXBhZ2U-;_ylv=0/SIG=13nck1aqg/EXP=1321056057/**http%3A//id.berita.yahoo.com/inilah-pesaing-komodo-dalam-penghargaan-7-keajaiban-dunia-072909901.html" target="_blank">Emmy Hafild mengaku saat ini pendukung Komodo sudah mencapai puluhan juta, meskipun tidak boleh disebutkan detail berapa tepatnya voters yang mendukung Komodo</a>.</p>
<p>Alasannya, &#8220;Peraturan dari panitia penyelenggara The 7 Wonders melarang peserta memberikan rincian voters karena kompetisi ini tidaklah menggunakan penghargaan juara satu, dua dan tiga,&#8221; Jelas Emmy Hafild kepada wartawan.</p>
<p>Maladewa termasuk salah satu negara yang masuk dalam nomine 7 Keajaiban Dunia Baru ini, tapi kemudian memutuskan mundur. Alasannya? <a href="http://us.lrd.yahoo.com/_ylt=Ar5T4EzTzqJStOiKw4BHPm59V8d_;_ylu=X3oDMTFrNTc4NHFjBG1pdANBcnRpY2xlIEJvZHkEcG9zAzE0BHNlYwNNZWRpYUFydGljbGVCb2R5QXNzZW1ibHk-;_ylg=X3oDMTJyN2g0ZDU3BGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDOWIwMjhjZjUtNzljYy0zY2ViLWExOGEtNWE2NGJhY2NjYzkwBHBzdGNhdANuYXNpb25hbARwdANzdG9yeXBhZ2U-;_ylv=0/SIG=1210le226/EXP=1321056057/**http%3A//www.visitmaldives.com/en/news_posts/97" target="_blank">Seperti tercantum dalam situs resmi pemasaran dan hubungan masyarakat Maladewa</a>, bahwa penyelenggara tidak transparan dalam menjelaskan bagaimana cara mereka menghitung dukungan.</p>
<p>Itu baru satu alasan. Yang lainnya adalah biaya-biaya tak terduga yang terus meningkat jumlahnya. Mereka menyebut harus membayar sponsor platinum mencapai $350 ribu; dua biaya sponsor emas dengan total $420 ribu, mensponsori tur dunia dengan menerima kunjungan delegasi, menyediakan perjalanan balon udara, penerbangan, akomodasi, kunjungan wartawan; biaya $1 juta dolar bagi penyedia layanan telepon untuk berpartisipasi dalam kampanye New7Wonders; dan $1 juta lagi agar maskapai Maladewa bisa menempelkan logo New7Wonders di pesawat-pesawat mereka.</p>
<p>Biaya-biaya ini sangat besar hanya demi sebuah predikat &#8216;ajaib&#8217;. Toh selama ini reputasi komodo sebagai tujuan wisata dunia juga sudah diakui.</p>
<p>Selain itu, bukankah biaya jutaan dollar itu bisa lebih baik digunakan untuk sebuah kampanye wisata Indonesia yang terencana (semacam Malaysia dengan Truly Asia-nya atau Thailand lewat Amazing Thailand-nya) daripada demi membayar biaya-biaya lisensi pada sebuah perusahaan yang tidak jelas reputasinya?</p>
<p>Yang perlu diingat lagi, bahwa lembaga New7Wonders yang mengadakan kompetisi ini sama sekali tidak terhubung dengan lembaga UNESCO di bawah PBB.</p>
<p>UNESCO sudah lebih dulu menetapkan Taman Nasional Komodo sebagai Situs Warisan Dunia pada 1986.</p>
<p>Bahkan, UNESCO sampai mengeluarkan pernyataan tersendiri demi menegaskan bahwa apa yang mereka lakukan dengan penetapan Situs-Situs Warisan Dunia sangat berbeda dengan apa yang dilakukan oleh New7Wonders (Pernyataan resmi dari UNESCO bisa dibaca di <a href="http://us.lrd.yahoo.com/_ylt=AjEGNRUZPGZNs80tl6FeCiZ9V8d_;_ylu=X3oDMTFrb2d1MDA1BG1pdANBcnRpY2xlIEJvZHkEcG9zAzE1BHNlYwNNZWRpYUFydGljbGVCb2R5QXNzZW1ibHk-;_ylg=X3oDMTJyN2g0ZDU3BGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDOWIwMjhjZjUtNzljYy0zY2ViLWExOGEtNWE2NGJhY2NjYzkwBHBzdGNhdANuYXNpb25hbARwdANzdG9yeXBhZ2U-;_ylv=0/SIG=11lfab3k1/EXP=1321056057/**http%3A//whc.unesco.org/en/news/352" target="_blank">sini</a>).</p>
<p>Sejak 2007, UNESCO menyatakan bahwa mereka sudah berkali-kali diajak bekerjasama oleh organisasi milik Bernard Weber ini, tapi mereka memilih untuk tidak berpartisipasi. Lembaga PBB biasanya menggunakan bahasa-bahasa yang diplomatis.</p>
<p>Maka ketika UNESCO mengatakan, &#8220;tidak ada yang bisa dibandingkan antara kampanye media yang dilakukan Tuan Weber dengan pekerjaan ilmiah dan proses pendidikan yang kami lakukan di UNESCO sehingga menghasilkan daftar situs-situs Warisan Dunia,&#8221; itu artinya mereka sedang memberi peringatan keras akan cara kerja lembaga ini.</p>
<p>Lalu, kenapa kita masih ngotot memenangkan komodo dalam kompetisi yang tidak jelas cara penjuriannya ini? Yang jika kita menang pun, kita masih harus membayar biaya-biaya tinggi demi meraih pengakuan internasional?</p>
<p>Sebegitu hauskah kita akan pengakuan internasional dari lembaga yang reputasinya tidak jelas? Apa yang menurut Anda membuat berbagai figur publik seolah terbutakan akan fakta-fakta yang tersedia dan secara membuta mendukung komodo?</p>
<p>Sumber: <a href="http://id.berita.yahoo.com/komodo-dan-nasionalisme-buta-kita.html">http://id.berita.yahoo.com/komodo-dan-nasionalisme-buta-kita.html</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronggolawe.com/2011/10/komodo-dan-nasionalisme-buta-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dua Jenazah Utuh di Makam Sunan Bonang</title>
		<link>http://ronggolawe.com/2011/08/dua-jenazah-utuh-di-makam-sunan-bonang/</link>
		<comments>http://ronggolawe.com/2011/08/dua-jenazah-utuh-di-makam-sunan-bonang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Aug 2011 00:29:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thony</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronggolawe.com/?p=296</guid>
		<description><![CDATA[Renovasi dan perluasan makam Sunan Bonang di Tuban menyisakan peristiwa langka. Saat beberapa makam dibongkar, ternyata ada dua jenazah utuh. Di sekitar makam Sunan Bonang memang terdapat banyak makam kiai atau masyarakat luas. Karena perluasan membutuhkan lahan, maka beberapa makam di dekat makam Sunan Bonang dipindahkan. &#8220;Ternyata ada dua jenazah yang kondisinya masih utuh. Dua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-297" title="jenazah_utuh" src="http://ronggolawe.com/wp-content/uploads/2011/08/jenazah_utuh.jpg" alt="" width="400" height="205" />Renovasi dan perluasan makam Sunan Bonang di Tuban menyisakan  peristiwa langka. Saat beberapa makam dibongkar, ternyata ada dua  jenazah utuh.</p>
<p>Di sekitar makam Sunan Bonang memang terdapat banyak  makam kiai atau masyarakat luas. Karena perluasan membutuhkan lahan,  maka beberapa makam di dekat makam Sunan Bonang dipindahkan.</p>
<p>&#8220;Ternyata  ada dua jenazah yang kondisinya masih utuh. Dua jenazah itu atas nama  Muzakir dan Sukran,&#8221; kata salah satu juru kunci makam Sunan Bonang,  Abdul Muchith.</p>
<p>&#8220;Ya, kami tak tahu kenapa bisa begitu. Tapi,  biasanya orang suci jenazahnya dilindungi Tuhan dan dalam keadaan utuh.  Amalan Muzakir memang bagus semasa hidup. Dia adalah guru mengaji,&#8221;  tambahnya.</p>
<p>Utuhnya dua jenazah itu sempat membuat geger masyarakat  sekitar. Beberapa peziarah yang mengetahui cerita itu, sering  menyempatkan diri mendoakan arwahnya, atau sekadar melihat makamnya yang  kini tetap dekat dari makam Sunan Bonang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronggolawe.com/2011/08/dua-jenazah-utuh-di-makam-sunan-bonang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mudik Lewati Jalur Batik</title>
		<link>http://ronggolawe.com/2011/08/mudik-lewati-jalur-batik/</link>
		<comments>http://ronggolawe.com/2011/08/mudik-lewati-jalur-batik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Aug 2011 00:20:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thony</dc:creator>
				<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi Tuban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronggolawe.com/?p=289</guid>
		<description><![CDATA[Mudik bisa juga sembari berwisata sekaligus belanja. Berwisata budaya batik dan membeli produknya menjadi salah satu aktivitas yang menarik dan menyenangkan. Apalagi, pakaian batik juga bisa dikenakan saat lebaran. Selain batik sedang kembali menjadi tren, juga menjadi bagian dari partisipasi melestarikan budaya bangsa. Jalur mudik Jakarta ke arah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mudik bisa juga sembari berwisata sekaligus belanja. Berwisata budaya  batik dan membeli produknya menjadi salah satu aktivitas yang menarik  dan menyenangkan. Apalagi, pakaian batik juga bisa dikenakan saat  lebaran. Selain batik sedang kembali menjadi tren, juga menjadi bagian  dari partisipasi melestarikan budaya bangsa.</p>
<p>Jalur mudik Jakarta  ke arah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur melewati banyak sentra  industri batik. Sehingga, saat para pemudik bisa melakukan variasi  perjalanan, mampir di sentra-sentra batik yang dilewati.</p>
<p>Jika  melewati jalur utara, sentra batik banyak ditemukan di Indramayu  (Dermayon), Cirebon, Pekalongan, Lasem, sampai Tuban. Sedangkan jika  melewati jalur selatan, maka sentra batik yang terdaat di Garut,  Tasikmalaya, Ciamis, dan Banyumas.</p>
<p style="text-align: center;"><img title="batik_gedok2" src="../wp-content/uploads/2010/10/batik_gedok2.jpg" alt="" width="500" height="375" /></p>
<p style="text-align: center;">&#8220;Batik Gedog Tuban&#8221;</p>
<p>Melewati Yogyakarta dan Solo  (Surakarta) akan lebih menarik bagi para pemburu batik. Sebab, dua kota  itu memiliki tradisi batik yang tua dan banyak pengrajinnya. Sentra  batik juga bertebaran di kedua kota itu.</p>
<p>Di Jawa Timur, batik juga  bertebaran di mana-mana. Bahkan, daerah ini mengklaim memiliki 1300  motif batik dan sentra batik ada di 29 kabupaten atau kotamadya,  termasuk di Madura.</p>
<p>Itu menunjukkan betapa kayanya Indonesia  dengan batiknya, juga betapa menarik dan menantangnya memburu batik saat  mudik. Sebab, bagi para perantau yang pulang kampung menuju ke timur,  maka mereka akan melewati banyak sentra batik. Bahkan, hampir seluruh  daerah di Pulau Jawa ini memiliki sentra batik dengan kekhasan  masing-masing. Sentra batik juga terdapat di beberapa daerah di luar  Jawa.</p>
<p><strong>Beberapa sentra batik di Jawa:</strong></p>
<p><strong>Cirebon</strong></p>
<p><strong>Sentra: </strong>Trusmi. <strong>Motif: </strong>Mega Mendung, Wadasan, dsb. <strong>Ciri khas: </strong>Banyak  mengeksplorasi alam dengan ornamen mega atau batu cadas menjadi ciri  khasnya. Warna coklat dan hitam, juga warna-warna cerah khas batik  pesisiran, seperti merah, biru, hijau, kuning dan sebagainya.</p>
<p><strong>Pekalongan Sentra: </strong>Pekalongan kota, Buaran, Pekajangan, Wonopringgo <strong>Motif: </strong>Jlamprang, Encim, Klengenan, Pagi Sore, Hokokai <strong>Ciri khas:</strong> Warna batik Pekalongan lebih cerah, seperti merah, hijau, biru dan  sebagainya. Pengaruh Arab, China, Solo, dan Yogyakarta masih terasa.</p>
<p><strong>Lasem Sentra: </strong>Kecamatan Lasem dan Pancur <strong>Motif:</strong> Burung Hong, Banji, Bunga Seruni, dan Liong <strong>Ciri khas: </strong>Motif batik Lasem banyak dipengaruhi oleh kebudayaan China. Warna cerah, seperti merah, kuning, hijau, biru dan sebagainya.</p>
<p><strong>Tuban</strong> <strong>Sentra: </strong>Desa Sumurgung, Jl. Letda Sucipto, dan sebagainya. <strong>Motif:</strong> Lok Chan, Guntingan, Nacanan, Pipitan (latar putih corak berwarna merah  atau biru tua) dan Bangrod (latar putih dengan motif berwarna merah). <strong>Ciri khas: </strong>Warna cerah, ada pengaruh kebudayaan China.</p>
<p><strong>Garut Sentra:</strong> Kampung Sisir, Desa Sukasenang, Banyuresmi, dan sebagainya. <strong>Motif:</strong> Rereng Bilik, Rereng Jaksa, Bulu Ayam, Kelereng, dan Kalijagat <strong>Ciri khas: </strong>Batik  garut dipengaruhi oleh batik Pekalongan, Tasikmalaya, dan Ciamis  terlihat pada motif lereng dan kawung serta babaran yang mengarah pada  warna gading. Warna lebih kalem. Dasar warna kain cenderung menggunakan  warna krem atau soga.</p>
<p><strong>Tasikmalaya Sentra:</strong> Cigeureung (Cipedes), Gudangjero, Bojong, Dwi Negara <strong>Motif: </strong>Merak Ngibing, Keladi, Lereng, Pandan dan sebagainya. <strong>Ciri khas:</strong> Warna krem atau coklat, ada beberapa agak cerah karena pengaruh batik Pekalongan. Ada pula pengaruh dari Solo dan Yogyakarta.</p>
<p><strong>Banyumas Sentra: </strong>Desa Sokaraja (Banyumas), Gumelem (Banjarnegara), Bentarsari (Salem), Pejagoan dan Gemeksekti (Kebumen), Purwokerto <strong>Motif: </strong>Rujak Senthe, Udan Iris, Ukel, Kopi Pecah, Manggar, Sawat Rantai <strong>Ciri khas:</strong> Batik gaya Banyumasan punya keisimewaan, yakni kain dibatik pada 2 sisi  sehingga menghasilkan kain yang bisa dipakai bolak balik.</p>
<p><strong>Bantul Sentra: </strong>Giriloyo, Pajangan <strong>Motif: </strong>Sido Asih, Sido Mukti, Sido Mulyo, Madu Bronto, dan sebagainya. <strong>Ciri khas:</strong> Batik Bantul lebih sederhana dan banyak mengeksplor tumbuhan. Warna dan  beberapa filosofi banyak terpengaruh batik Yogyakarta dan Solo.</p>
<p><strong>Yogyakarta Sentra: </strong>Ngadisuryan, Terban, Malioboro, Gading, dan sebagainya. <strong>Motif: </strong>Cuwiri,  Sido Mukti (bermotif gurda), Kawung, Pamiluto, Parang Kusumo, Ceplok  Kasatrian, Nitik Karawitan, Truntum, Ciptoning, Tambal dan sebagainya. <strong>Ciri khas:</strong> Batik Yogyakarta lebih banyak memakai warna coklat, utih, dan hitam.  Beberapa motif mengeksplorasi flona. Ada pula bentuk-bentuk lain yang  memiliki kedalaman filosofi.</p>
<p><strong>Solo Sentra: </strong>Laweyan, Pajang, Tipes <strong>Motif: </strong>Sido Asih, Ratu Ratih, Parang Kusuma, Bokor Kencana, Sekar Jagad <strong>Ciri khas: </strong>Banyak  didominasi warna krem, coklat, hitam, dan putih. Beberapa motif batik  memilik filosofi yang dalam dan peruntukan yang jelas, meski sekarang  mulai banyak motif bebas.</p>
<p><strong>Madiun Sentra: </strong>Desa Kenongorejo, Kecamatan Pilangkenceng <strong>Motif: </strong>Kenonogo <strong>Ciri khas:</strong> Warna banyak terpengaruh dari batik Solo dan Yogyakarta, tapi motif-motifnya lebih sederhana.</p>
<p><strong>Sidoarjo Sentra: </strong>Desa Kedungcangkring (Kecamatan Jabon), Desa Sekardangan (Kecamatan Sidoarjo), dan Kampung Jetis Pekauman (Kecamatan Sidoarjo). <strong>Motif: </strong>Abangan dan Ijo-ijoan (gaya Madura), Beras Kutah, Krubutan (campur-campur) <strong>Ciri khas: </strong>Didominasi flora dan fauna dengan warna cerah, seperti merah, hijau, kuning, dan hitam.</p>
<p>Sumber: <a href="http://travel.kompas.com/read/2011/07/15/1023337/Mudik.Lewati.Jalur.Batik">www.kompas.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronggolawe.com/2011/08/mudik-lewati-jalur-batik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

